> >

Wakil Perdana Menteri Australia Didenda karena Tak Pakai Masker

Kompas dunia | 29 Juni 2021, 19:11 WIB
Wakil Perdana Menteri Australia, Barnaby Joyce. (Sumber: AP Photo/Lukas Coch)

“Itu seperti berkata aku ingin nol kasus Flu. Itu tidak mungkin,” kata Joyce dalam wawancara dengan Tabloid Minggu News Corp.

Baca Juga: Perpanjang Lockdown, Malaysia Gelontorkan Bantuan Rp542 T untuk Rakyatnya

Ia pun menyatakan keengganannya untuk menutup pintu masuk ke Australia dan universitas.

“Kamu harus belajar bagaimana caranya hidup dengan ini (Covid-19). Bagaimana mengelolanya. Apa yang terjadi tahun depan kita butuh universitas dibuka kembali, apa kamu menutupnya semua?” ujar Joyce sambil memaki.

Lalu, Joyce menyindir penduduk Melbourne soal kebijakan pandemi Covid-19 itu. Ia membandingkan Melbourne dengan wilayah pedesaan.

Menurutnya, wilayah pedesaan di Australia menyumbang lebih banyak daripada Melbourne untuk pendapatan negara, salah satunya ekspor batu bara dan daging sapi.

“Tapi kita lihat Melbourne dan bisa bilang kamu hampir dapat mencium bau daging terbakar di sini,” ucapnya.

Pernyataan Joyce itu mendapat hujatan dari banyak pihak. Politisi partai buruh, Andrew Giles mengatakan, ucapan Joyce itu menciptakan polarisasi.

“Pernyataan itu menjijikkan, memecah belah, dan tidak pantas untuk pejabat wakil perdana menteri, bahkan tidak pantas untuk seluruh pejabat publik,” tegas Giles.

Baca Juga: Uji Klinis Awal Tunjukkan Vaksin CoronaVac dari Sinovac Aman Bagi Anak-Anak Usia 3 - 17 Tahun

Barnaby Joyce adalah Wakil Perdana Menteri Australia yang baru kembali menjabat. Sebelumnya, Joyce mengundurkan diri pada 2018 karena tuduhan pelecehan seksual.

Namun, minggu lalu ia naik kembali ke jabatan wakil perdana menteri usai mengalahkan mantan pemimpin Partai National Australia, Michael McCormack.

Penulis : Ahmad Zuhad Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU