> >

Jumlah Bayi Lahir di Jepang Catat Rekor Terendah Pada Tahun 2020

Kompas dunia | 6 Juni 2021, 06:05 WIB
Jumlah bayi lahir di Jepang merosot ke rekor terendahnya pada 2020 di tengah pandemi, dan tingkat kesuburan di negara itu pun terus menurun, kata pemerintah dalam sebuah laporan pada Jumat (04/06/2021) yang dilansir Xinhua. (Sumber: Naoyuki Shin/Kyodo News via AP)

TOKYO, KOMPAS.TV - Jumlah bayi lahir di Jepang merosot ke rekor terendahnya pada 2020 di tengah pandemi, dan tingkat kesuburan di negara itu pun terus menurun, kata pemerintah dalam sebuah laporan pada Jumat (04/06/2021) yang dilansir Xinhua.

Angka kelahiran pada 2020 turun 24.407 dari tahun sebelumnya menjadi 840.832, merosot di bawah angka 900.000 untuk kali pertama.

Angka tersebut menandai level terendah sejak Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Sosial Jepang mulai membuat data pembanding pada 1899.

Juru bicara utama pemerintah sekaligus Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato mengatakan krisis demografis yang berkembang di Jepang dapat menggoyahkan fondasi negara itu.

"Menurunnya jumlah anak adalah masalah yang dapat menggoyahkan basis masyarakat dan ekonomi kita. Ini harus ditangani sebagai masalah prioritas tertinggi," kata Kato dalam konferensi pers terkait isu tersebut.

Baca Juga: Jepang Kirim Satu Juta Vaksin Covid-19 ke Taiwan, China Meradang

AKB48, sebuah grup idol asal Jepang. Sebuah perusahaan di Jepang menawarkan cuti untuk pekerja yang mendapat berita buruk soal idola mereka. (Sumber: Eugene Hoshiko/Associated Press)

Menurutnya, hambatan yang mencegah melahirkan dan membesarkan anak-anak di masyarakat harus dihilangkan.

Kementerian itu juga mengatakan tingkat rata-rata anak yang akan dilahirkan seorang perempuan dalam hidupnya berada di angka 1,34 pada 2020, turun 0,02 poin dari tahun sebelumnya.

Selain krisis sosial ini, efek negatif pandemi COVID-19 belum sepenuhnya muncul dalam statistik karena durasi antara kelahiran dan pembuahan.

Angka kelahiran bisa turun menjadi sekitar 700.000 di sepanjang 2021, kata para analis, yang lebih cepat satu dekade dari perkiraan pemerintah.

Penulis : Edwin-Shri-Bimo

Sumber : Kompas TV


TERBARU