> >

Biden Pulihkan Bantuan AS untuk Palestina Senilai Rp3,4 Triliun yang Sempat Terhenti di Era Trump

Kompas dunia | 8 April 2021, 15:51 WIB
Presiden Joe Biden berbicara di Ruang Makan Negara Gedung Putih, Sabtu, 6 Maret 2021, di Washington. (Sumber: AP Photo/Alex Brandon)

Selain menempatkan Yerusalem sepernuhnya menjadi Ibu Kota milik Israel.

Baca Juga: Ramai Bahasan Pelangi Muncul di Planet Mars, Ini Penjelasan NASA

Menurut Menteri Luas Negeri AS, Anthony Blinken, rencana pendanaan itu termasuk 75 juta dolar AS (Rp1,09 triliun) untuk bantuan program ekonomi dan pembangunan di Tepi Barat dan Gaza.

Selain itu, 10 juta dolar AS atau setara Rp145 miliar untuk program pembangunan perdamaian melalui Badan AS untuk Pembangunan Internasional (USAid) dan 150 juta dolar AS untuk bantuan kemanusian untuk Unrwa.

“Bantuan luar negeri untuk rakyat Palestina melayani kepentingan dan nilai-nilai penting AS,” ujar Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken dikutip dari BBC.

Baca Juga: Kasus Impor Melonjak, Selandia Baru Hentikan Kedatangan Penumpang dari India

“Ini memberikan bantuan krisis kepada mereka yang sangat membutuhkan, mendorong pembangunan ekonomi dan mendukung pemahaman Israel-Palestina, koordinasi keamanan dan stabilitas. Ini juga sejalan dengan nilai dan kepentingan sekutu serta mitra kita,” tambahnya.

Sementara itu, Unrwa menyambut baik rencana pemulihan dana bantuan untuk Palestina.

“Tak ada yang lebih menyenangkan bahwa sekali lagi, rekan kami, AS memberikan bantuan yang kritis kepada pengungsi paling rentang di Timur Tengah,” tuturnya.

Penulis : Haryo Jati Editor : Eddward-S-Kennedy

Sumber : Kompas TV


TERBARU