> >

Tuduh Kapas Xinjiang Hasil Kerja Paksa Muslim Uighur, Nike dan H&M Terancam Diboikot di China

Kompas dunia | 25 Maret 2021, 17:35 WIB
Ilustrasi Nike. (Sumber: nltime.nl Via kompas.com)

BEIJING, KOMPAS.TV - Perusahaan retail besar dunia, Nike dan H&M menghadapi ancaman pemboikotan di China.

Hal tersebut terjadi setelah kedua perusahaan tersebut menuduh produksi kapas Xinjiang merupakan hasil kerja paksa daru Muslim Uighur.

Banyak warga Cina yang menyerukan pemboikotan terhadap kedua produk tersebut.

Baca Juga: Virginia Jadi Negara Bagian di Selatan AS Pertama yang Hapuskan Hukuman Mati

Sejumah selebriti negara China juga memutuskan hubungan dengan mereka, dan platform E-Commerce juga menurunkan produk dari Nike dan H&M.

Pekan ini sejumlah negara barat telah memberikan sanksi kepada China.

Sanksi itu diberikan atas tuduhan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), terhadap minoritas Uighur di Xinjiang.

Baca Juga: Palestina Puji Usaha China untuk Mempertemukan Mereka dengan Israel dalam Sebuah Pembicaraan

Sanksi tersebut termasuk pelarangan bepergian dan pembekuan aset bagi pejabat senior di wilayah barat laut China itu.

Pada Desember lalu, BBC telah melakukan investigasi terhadap penelitian yang menunjukkan China memaksa ratusan hingga ribuan suku minoritas termasuk Muslim Uighur menjalani kerja paksa di perkebunan kapas Xinjiang.

Penulis : Haryo Jati Editor : Eddward-S-Kennedy

Sumber : Kompas TV


TERBARU