> >

Berdesakan Ingin Lihat Jenazah Presiden, Lima Warga Tanzania Tewas

Kompas dunia | 23 Maret 2021, 05:55 WIB
Pemakaman Presiden Tanzania John Magufuli, Sabtu (20/3/2021). Lima orang tewas karena berdesakan ingin melihat jenazah presiden dalam pemakaman ini. (Sumber: Associated Press)

DAR ES SALAM, KOMPAS.TV - Lima orang tewas ketika berusaha melihat jenazah mantan Presiden Tanzania John Magufuli. Kerumunan terjadi saat para pemimpin daerah berkumpul dengan warga Tanzania untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin kontroversial tersebut.

Magufuli adalah pemimpin Afrika yang skeptis terhadap Covid-19. Meskipun pemerintahnya mengumumkan bahwa dia telah meninggal karena gagal jantung pada hari Rabu (17/3/2021), namun para pemimpin oposisi dan para pengkritiknya, menduga dia meninggal karena komplikasi Covid-19.

Puluhan ribu orang Tanzania keluar untuk melihat tubuh Magufuli di Stadion Uhuru di kota terbesar negara itu, Dar es Salaam, selama akhir pekan lalu.

Baca Juga: Kamala Harris Beri Selamat ke Presiden Wanita Pertama Tanzania, Ini Isi Pesannya

Suzan Mtua, 30, meninggal bersama empat orang anak usia sekolah dari keluarga yang sama. Anak-anak itu berusia antara 7 dan 12 tahun.

“Anak-anak itu ingin menghadiri pemakaman Presiden Magufuli,” ujar Heri Mtua yang merupakan juru bicara keluarga korban.

“Kemudian pada hari itu kami menerima panggilan larut malam oleh orang tak dikenal menggunakan telepon Suzan,” tambahnya.

Penelepon itu mengatakan bahwa pemilik telepon telah dibawa ke rumah sakit. “Tapi jenazahnya akhirnya ditemukan di kamar mayat,” katanya.

Ratusan orang yang menghadiri pemakaman, pingsan karena terdesak. Sementara pihak berwenang mengatakan mereka akan mengeluarkan pernyataan pada hari Selasa tentang jumlah orang yang tewas dalam acara nasional tersebut.

Pemakaman tersebut juga dihadiri kepala negara lain seperti Presiden Kenya Uhuru Kenyatta, Cyril Ramaphosa dari Afrika Selatan, Felix Tshisekedi dari Kongo dan Filipe Nyusi dari Mozambik, Lazarus Chakwera dari Malawi, Azali Assoumani dari Comoros, Emmerson Mnangagwa dari Zimbabwe, Edgar Lungu dari Zambia dan Mogkweetsi Masisi dari Botswana.

Penulis : Tussie-Ayu

Sumber : Kompas TV


TERBARU