> >

Penelitian Covid-19 di Inggris: Virus Corona Varian Inggris B.1.1.7 Lebih Mematikan 30%-100%

Kompas dunia | 11 Maret 2021, 18:50 WIB
Staf medis yang merawat pasien COVID-19 di unit perawatan intensif. Penelitian terbaru di Inggris menunjukkan varian Covid-19 sangat menular yang telah menyebar ke seluruh dunia sejak pertama kali ditemukan di Inggris akhir tahun lalu, lebih mematikan 30%-100% dari virus Corona asli, dilansir dari terbitan British Medical Journal, Rabu (10/03/2021) (Sumber: AP Photo)

LONDON, KOMPAS.TV -  Penelitian terbaru di Inggris menunjukkan varian Covid-19 sangat menular yang telah menyebar ke seluruh dunia sejak pertama kali ditemukan di Inggris akhir tahun lalu, lebih mematikan 30%-100% dari virus Corona asli, dilansir dari Reuters, Kamis (11/03/2021)

Dalam sebuah penelitian yang membandingkan tingkat kematian di antara orang-orang di Inggris yang terinfeksi varian baru yang dikenal sebagai B.1.1.7, dengan yang terjangkit virus Corona asli, angkanya "secara signifikan lebih tinggi".

B.1.1.7 memiliki 23 mutasi dalam kode genetiknya, merupakan jumlah yang relatif tinggi, dan beberapa di antaranya jauh lebih mudah menyebar.

Para ilmuwan mengatakan, varian baru itu 40%-70% lebih menular dari virus corona asli.

Virus Corona SARS-CoV-2 varian B.1.1.7 pertama kali terdeteksi di Inggris pada September 2020, dan sejak itu menyebar ke lebih dari 100 negara lain.

Dalam studi di Inggris yang diterbitkan di British Medical Journal pada Rabu (10/03/2021), infeksi varian Inggris menyebabkan 227 kematian dalam sampel 54.906 pasien Covid-19, dibandingkan dengan 141 di antara jumlah pasien yang terjangkit virus corona asli.

“Ditambah dengan kemampuannya untuk menyebar dengan cepat membuat varian B.1.1.7 menjadi ancaman yang harus ditanggapi dengan serius,” kata Robert Challen, peneliti di Exeter University yang ikut memimpin penelitian, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Inilah Daftar Negara yang Konfirmasi Keberadaan Varian Baru Virus Corona B.1.1.7

Petugas pemakaman memasukan jenazah ke dalam lubang di lokasi pemakaman COVID-19 TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Jumat (2/10/2020). Penelitian terbaru di Inggris menunjukkan varian Covid-19 sangat menular dan lebih mematikan 30%-100% dari virus Corona asli, dilansir dari terbitan British Medical Journal, Rabu (10/03/2021)
(Sumber: ANTARA FOTO / MUHAMMAD ADIMAJA)

Pakar independen menyatakan, temuan studi tersebut menambah bukti awal sebelumnya yang menghubungkan infeksi varian virus corona B.1.1.7 dengan peningkatan risiko kematian akibat Covid-19.

Temuan awal dari penelitian itu dipresentasikan kepada Pemerintah Inggris awal tahun ini, bersama dengan penelitian lain, oleh para ahli di panel New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory (NERVTAG).

Lawrence Young, ahli virologi dan profesor onkologi molekuler di Universitas Warwick, menyebutkan, mekanisme yang tepat di balik tingkat kematian yang lebih tinggi dari varian B.1.1.7 masih belum jelas. 

Tetapi, “Mungkin terkait dengan tingkat replikasi virus yang lebih tinggi serta peningkatan penularan,” ujar dia, seperti dilansir Reuters.

Hanya, Young memperingatkan, varian virus corona Inggris kemungkinan memicu lonjakan infeksi baru-baru ini di seluruh Eropa.

Penulis : Edwin-Shri-Bimo

Sumber : Kompas TV


TERBARU