> >

Seorang Pria Suntikkan Otot Palsu di Lengan hingga Seperti Popeye, Akibatnya Ternyata Berbahaya

Kompas dunia | 7 Maret 2021, 07:31 WIB
Kiril Tereshin, pria dengan lengan seperti Popeye kini menghadapi kemungkinan terburuk dalam hidupnya. (Sumber: Daily Star)

MOSKOW, KOMPAS.TV - Seorang pria menghadapi akibat berbahaya setelah menyuntikkan otot palsu ke lengannya hingga membuatnya seperti Popeye.

Mantan tentara asal Rusia, Kirill Tereshin, menyuntikkan otot lengannya dengan gumpalan jelly petroleum.

Akibatnya kini gumpalan jelly tersebut mengeras dan ototnya yang mati terlihat dari trisepnya yang menonjol.

Baca Juga: Kudeta Myanmar: Thailand dan Vietnam Segera Jemput dan Evakuasi Warga Mereka dari Myanmar

Pria berusia 24 tahun itu pun mendapatkan ancaman kehilangan fungsi lengannya, dan bahkan yang terburuk adalah menyebabkan kematian.

Wabah Covid-19 membuat operasinya untuk memindahkan implant berbahaya di trisepnya itu tertunda nyaris setahun.

Dia juga masih menghadapi operasi yang lebih komplek untuk menghilangkan masalah pada bisepnya.

Baca Juga: Myanmar Didesak Segera Bebaskan Wartawan yang Ditahan

“Saya masih 24 tahun, dan sistem kekebalan saya sejauh ini bisa mengatasi peradangan yang ada, tetapi saya benar-benar takt ahu apa yang akan terjadi selanjutnya,” kata Tereshin dikutip dari Daily Star.

“Itu sebabnya saya memulai operasi untuk menyingkirkan mimpi buruk ini. Saya membesarkan otot di lengan saat berusia 20 tahun dengan kebodohan saya. Saya tak memikirkan konsekuensinya,” tambahnya.

Ahli Bedah, Dmitry Melnikov yang berusaha mengeluarkan jelly dari lengan Tereshin, mengingatkan ancaman kematian jika dia gagal melakukannya.

“Saya sangat beruntung ada dokter yang mau menangani saya. Yang tersulit adalah operasi di bisep saya. Ada saraf yang bertanggung jawab atas senisitivitas lengan di dalamnya,” kata Tereshin.

Baca Juga: Hasil Penelitian di Wuhan Tentang Asal-Usul Virus Corona Akan Diumumkan WHO Pertengahan Maret

“Tuhan tak memperbolehkan ada masalah di saraf ini dan saya tak bisa menggerakan tangan saya. Saya benar-benar khawatir dan takut. Saya tahu, seharusnya memikirkan ini sebelumnya. Saya menyalahkan diri sendiri. Saya tahu, saya bersalah,” lanjutnya.

Dia pun mendapatkan dukungan untuk menyelamatkan dirinya dari Alana Mamaeva, pemimpin kampanye untuk korban operasi plastik.

Mamaeva pun menegaskan dia harus membantu Tereshin melepaskan dirinya dari dari apa yang disebutnya sebagai mutilasi yang sangat buruk.

Penulis : Haryo-Jati

Sumber : Kompas TV


TERBARU