> >

Bersejarah, Paus Fransiskus Akan Temui Ulama Syiah Irak: Saya Minta Doa Anda untuk Iringi Perjalanan

Kompas dunia | 4 Maret 2021, 16:07 WIB
Paus Fransiskus saat memimpin misa Rabu Abu di Basilika St. Peter di Vatikan, Rabu (17/2). (Sumber: Guglielmo Mangiapane / Pool photo via AP)

VATIKAN, KOMPAS.TV - Paus Fransiskus akan melakukan perjalanan bersejarah untuk bertemu dengan Ulama Syiah Irak, Ayatollah Ali Al-Sistani.

Paus pun meminta umatnya untuk menyertai kepergiannya dengan doa mereka.

Paus akan melakukan perjalanan ke Irak pada Jumat (5/3/2021) waktu setempat.

Baca Juga: Dapat Ancaman Serangan dari Pendukung Trump, Keamanan Gedung Capitol Diperketat.

Pemimpin umat Katolik dunia tersebut akan bertemu dengan Ayatollah Ali al-Sistani pada Sabtu (6/3/2021).

Seperti dikutip AP, Paus akan melakukan pertemuan dengan Ali al-Sistani sekitar 40 menit, di rumah sederhana sang ulama di Najaf.

Paus sendiri mengaku senang bisa melakukan perjalanan ke Irak, dan meminta umatnya bisa mengiringi dengan doa.

Baca Juga: Buntut Aturan Ketat Covid-19, Warga Korea Utara Disebut Kelaparan

“Sehari setelah besok, dengan berkat Tuhan, saya akan melakukan perjalanan ke Irak selama tiga hari. Saya ingin bertemu dengan mereka yang sudah menderita cukup lama, bertemu dengan martir Gereja di tanah Abraham,” ujarnya, Rabu (3/3/2021) dikutip dari Vatican News.

“Saya harap Anda bisa menemani perjalanan rohani ini dengan doa Anda, jadi hal itu dapat berkembang dengan cara terbaik dan menghasilkan buah yang diharapkan,” lanjutnya.

Baca Juga: Jerman Perpanjang Lockdown, Tapi Aturan Lain Mulai Dilonggarkan

Kedatangan Paus pun disambut baik oleh minoritas Kristen di Irak, dan berharap hubungan baik dengan Al-Sistani bisa menolong mereka mendapat tempat di Irak, setelah cukup lama tak mendapatkannya.

Selain itu, mereka juga berharap bisa mengurangi intimidasi dan milisi Syiah terhadap komunitas mereka.

Kabar pertemuan tersebut telah meningkatkan persaingan lama antara kelompok Syiah di Najaf dan Kota Qom di Iran yang menjadi pusat dunia Syiah.

Baca Juga: Mangkuk Peninggalan Abad Ke-15 Terjual Murah, Kini Dilelang Sampai Rp 7 Miliar

Al-Sistani yang sudah berusia 90 tahun menjadi penyeimbang yang konsisten terhadap pengaruh Iran.

Apalagi dengan pertemuan ini, Paus secara implisit mengakui Al-Sistani sebagai pemimpin utama Islam Syiah dibandingkan saingannya, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Tak ayal, hal ini bisa membuat ketegangan antara Irak dan Iran pun semakin kencang.

Penulis : Haryo-Jati

Sumber : Kompas TV


TERBARU