> >

Protes Lagu Tentang Iblis di Kompetisi Menyanyi Eurovision, Seorang Lelaki Ditangkap

Kompas dunia | 1 Maret 2021, 08:00 WIB
Lagu "El Diablo" ("Sang Iblis") yang dinyanyikan oleh Elena Tsagrinou dipilih untuk mewakili Siprus di ajang kompetisi musik Eurovision. (Sumber: Panik Records)

NICOSIA, KOMPAS.TV – Seorang lelaki ditangkap karena melontarkan ancaman dan menimbulkan keributan setelah menerobos masuk ke halaman lembaga penyiaran publik Siprus untuk memprotes pemilihan lagu dalam kompetisi menyanyi Eurovision. Lelaki tersebut menilai bahwa lagu tersebut merupakan lagu penghujatan.   

Associated Press melaporkan pada Minggu (28/2), lelaki yang tidak disebutkan namanya itu telah dilepaskan setelah didakwa dengan 4 tuduhan, termasuk pelecehan verbal.

Baca Juga: Sinopsis Horns, Kisah Daniel Redcliffe Si Tanduk Iblis yang Ungkap Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan

Sejumlah saksi mata menyebut, dalam insiden yang terjadi pada Sabtu (27/2), lelaki tersebut menghampiri para karyawan dan melontarkan ancaman di luar departemen pemberitaan Cyprus Broadcasting Corporation (CBC). Ia tampaknya kesal karena lembaga penyiaran tersebut telah memilih lagu “El Diablo” (yang berarti “Setan atau Iblis”) yang dinyanyikan oleh penyanyi Yunani Elena Tsagrinou untuk mewakili Siprus. Menurutnya, lagu itu merupakan penghinaan terhadap agama Kristen.

Sebuah rekaman video amatir menunjukkan saat lelaki tersebut mengonfrontasi para karyawan CBC. Ia berteriak-teriak ke sejumlah karyawan CBC, mempertanyakan bagaimana bisa lembaga tersebut mendukung lagu semacam itu.  

Baca Juga: Siapkan Lagu Baru, Anang Hermansyah Siap Duet Usai Ashanty Sembuh

Lagu berjudul “El Diablo” yang dimaksud antara lain mengandung lirik “Kuberikan hatiku pada iblis, karena ia bilang, saya adalah malaikatnya”. Lagu ini sendiri telah menimbulkan kontroversi di negara pulau di timur Mediteranea itu, dan dianggap penuh dengan konotasi iblis.  

Menurut Kantor Berita Siprus, sebuah asosiasi yang mewakili para teolog yang mengajar di sekolah menengah mengungkapkan rasa muak mereka atas lagu tersebut. Asosiasi tersebut juga mendesak agar lagu tersebut ditarik lantaran “mengikrarkan pengabdian seumur hidup dan pernyataan cinta terhadap iblis”.

Lantaran lagu ini pula, CBC dilaporkan telah menerima sejumlah telepon berisi ancaman pembakaran kantor lembaga penyiaran tersebut.

Baca Juga: Erdogan Berlibur ke Pulau Varosha, Siprus Anggap sebagai Upaya Provokasi

Partai politik sayap kanan ELAM mengeluarkan pernyataan, “Meskipun lirik lagu tersebut bersifat metaforis, namun lirik lagu tersebut menyerang dan menghina keyakinan kami dengan cara terselubung.”

Sementara, sejumlah pihak lain justru mencemooh mereka yang mengecam lagu tersebut. Melalui media sosial, mereka menyebut bahwa “El Diablo” merupakan lagu yang bagus dan menggambarkan tentang percintaan yang membara, dan menyebut mereka yang mengecam lagu tersebut sebagai kaum fanatik agama.

Eurovision merupakan kontes menyanyi tahunan yang populer dan ditonton oleh jutaan pemirsa. Kontes yang diikuti oleh negara-negara peserta Serikat Penyiaran Eropa (EBU) ini kerap melibatkan lagu-lagu yang kontroversial.

Di tahun 2018, Siprus menuai juara kedua dalam kompetisi musik ini lewat lagu “El Fuego” yang dinyanyikan oleh Eleni Foureira.

Penulis : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU