> >

Maskapai Asia Tenggara Diprediksi Perlu 4.400 Pesawat Baru 20 Tahun ke Depan

Kompas dunia | 27 Februari 2021, 05:19 WIB
ILUSTRASI - Bandara Soekarno Hatta. Boeing pada Kamis, (25/02/2021) mengatakan maskapai-maskapai penerbangan Asia Tenggara akan membutuhkan 4.400 pesawat baru senilai 700 miliar dolar AS untuk mendukung kenaikan permintaan perjalanan udara selama 20 tahun ke depan(Sumber: soekarnohatta-airport.co.id)

SAN FRANCISCO, KOMPAS.TV - Boeing pada Kamis, (25/02/2021) mengatakan maskapai-maskapai penerbangan Asia Tenggara akan membutuhkan 4.400 pesawat baru senilai 700 miliar dolar AS untuk mendukung kenaikan permintaan perjalanan udara selama 20 tahun ke depan.

Pasar Asia Tenggara sendiri akan menjadi pasar terbesar kelima di dunia pada 2039 nanti, dan jaringan perjalanan udara domestik maupun regional yang luas di seluruh kawasan tersebut menempatkan pasar ini di posisi yang baik untuk pulih pasca pandemi Covid-19, menurut laporan Commercial Market Outlook (CMO) 2020 Boeing yang dilansir Xinhua, Jum'at, (26/02/2021).

Laporan prediksi itu memproyeksikan pertumbuhan lalu lintas penumpang di Asia Tenggara akan meningkat 5,7 persen secara tahunan selama periode prediksi.

Selama periode itu, Asia Tenggara akan menjadi pasar penerbangan terbesar kedua di kawasan Asia-Pasifik setelah China.

Baca Juga: Bandara Changi Singapura Punya Terminal Baru

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Boeing pada Kamis, (25/02/2021) mengatakan maskapai-maskapai penerbangan Asia Tenggara akan membutuhkan 4.400 pesawat baru senilai 700 miliar dolar AS untuk mendukung kenaikan permintaan perjalanan udara selama 20 tahun ke depan (Sumber: Kompas.com)

Boeing memproyeksikan armada pesawat komersial di Asia Tenggara akan tumbuh 5,3 persen secara tahunan selama 20 tahun ke depan.

Selain itu, permintaan untuk layanan komersial purnajual senilai 790 miliar dolar AS akan membantu memelihara armada selama periode yang sama.

"Penggerak-penggerak utama bagi pertumbuhan Asia Tenggara tetap kuat. Dengan kelas menengah yang terus meluas dan pertumbuhan konsumsi pribadi, perekonomian di kawasan tersebut tumbuh hampir 70 persen selama satu dekade terakhir, yang meningkatkan kecenderungan untuk melakukan perjalanan," kata Wakil Direktur Pemasaran Komersial Boeing Darren Hulst.

"Selain itu, pemerintah di kawasan ini terus menempatkan sektor perjalanan dan pariwisata sebagai penggerak penting bagi pertumbuhan ekonomi."

Baca Juga: Pengamat: Pesawat Baru Pun Bukan Jaminan Keselamatan, Ada Faktor yang Lebih Penting

Penulis : Edwin-Shri-Bimo

Sumber : Kompas TV


TERBARU