> >

Vaksin Palsu Covid-19 Pfizer Beredar, Enam Orang Ditangkap di Meksiko

Kompas dunia | 18 Februari 2021, 18:44 WIB
Ilustrasi Botol-botol kecil berisi vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech. Dalam setiap botol terdapat lima dosis vaksin. (Sumber: Associated Press)

MEXICO CITY, KOMPAS.TV - Polisi menangkap enam orang di Meksiko karena terlibat penjualan vaksin palsu Covid-19, Pfizer.

Penangkapan tersebut dilakukan di sebelah utara perbatasan Meksiko, Nuevo Leon, Rabu (17/2/2021) waktu setempat.

“Anda tak boleh bermain-main dengan kesehatan, dan pada masa pandemic ini tak boleh ada yang mencari untung demi diri sendiri,” tutur Menteri Keselamatan Publik, Rosa Icela Rodriguez dikutip dari Yahoo News.

Baca Juga: Bebas Setelah 68 Tahun Dipenjara, Pria Ini Terkejut dengan Banyaknya Gedung Bertingkat

Petugas saat itu tak menyebutkan vaksin palus apa yang dijual, namun Wakil Menteri Kesehatan, Hugo Lopez-Gatell menjelaskan vaksin palsu itu adalah Pfizer.

Padahal di Meksiko, vaksin itu hanya bisa didapatkan melalui tim vaksinasi pemerintah.

Lopez-Gatell mengungkapkan pelaku menawarkan vaksin tersebut dengan biaya 2.000 dolar AS atau setara Rp28 juta.

Baca Juga: Malangnya Wanita Ini, Pulang Melahirkan, Kekasihnya Malah Selingkuh dan Kabur dengan Sang Ibu

Departemen Kesehatan mengungkapkan vaksin palsu Pfizer ditawarkan di klinik kesehatan, Spine Clinic by Umperio di sebelah utara daerah pinggiran Monterrey.

Sebelumnya para pengamat mengkhawatirkan geng kriminal Meksiko mencuri, membajak, atau memalsukan vaksin atau peralatan medis selama wabah Covid-19.

Baca Juga: Biden Akhirnya Hubungi Netanyahu, Bicarakan Palestina hingga Ancaman Iran

Sebelumnya memang ada pembajakan atau pencurian obat dan oksigen, namun ini pertama kalinya ada kegiatan kriminal terkait vaksin.

Departemen Kesehatan Meskiko melaporkan adanya 1.075 kasus baru Covid-19 pada Rabu kemarin.

Jumlah kasus secara keseluruhan pun mencapai 2.013.563 kasus positif dengan tital kematian hingga 177.061.

Penulis : Haryo-Jati

Sumber : Kompas TV


TERBARU