> >

Meksiko Izinkan Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac dan CanSino Buatan China

Kompas dunia | 11 Februari 2021, 22:44 WIB
Botol kandidat vaksin COVID-19, vaksin adenovirus rekombinan bernama Ad5-nCoV, dikembangkan bersama oleh perusahaan biofarmasi China CanSino Biologics Inc dan tim yang dipimpin oleh ahli penyakit menular militer China, difoto di Wuhan, provinsi Hubei, China 24 Maret 2020 (Sumber: China Daily)

MEXICO CITY, KOMPAS.TV - Pemerintah Meksiko pada Rabu (10/02/2021) mengumumkan pemberian izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech dan CanSino Biologics, demikian dilansir dari Xinhua, Kamis (11/02/2021). 

Martha Delgado, Wakil Menteri Urusan Multilateral dan Hak Asasi Manusia di Kementerian Luar Negeri Meksiko, mengatakan dalam wawancara dengan stasiun lokal Radio W bahwa Komisi Federal untuk Perlindungan terhadap Risiko Sanitasi memberikan izin penggunaan darurat kedua vaksin tersebut.

CoronaVac, yang dikembangkan oleh Sinovac, harus diberikan dalam dua dosis, sedangkan vaksin CanSino, yang terdiri dari satu dosis, tidak memerlukan penyimpanan dingin yang rumit, kata Delgado.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 CanSino China Umumkan Efektifitas 65,7 Persen

Seorang staf memeriksa label pada jarum suntik berisi vaksin COVID-19 nonaktif di Sinovac Life Sciences Co., Ltd. di Beijing, ibu kota China, pada 23 Maret 2020. Pemerintah Meksiko pada Rabu (10/02/2021) mengumumkan pemberian izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech dan CanSino Biologics (Sumber: Xinhua/Zhang Yuwei)

Kampanye vaksinasi di Meksiko sudah dimulai pada 24 Desember dan diperkirakan selesai pada Maret 2022.

Sejauh ini, 724.347 dosis vaksin telah diberikan kepada tenaga kesehatan dan pendidikan.

Meksiko melaporkan 1.957.889 kasus Covid-19 dengan 169.760 kematian pada Rabu, kata Kementerian Kesehatan Meksiko.

Vaksin Covid-19 dosis tunggal buatan CanSino dengan nama Ad5-nCoV, dinyataka menunjukkan efektivitas 65,7 persen dalam mencegah kasus bergejala dan efektivitas 90,98 persen dalam melawan penyakit parah menurut analisis sementara uji klinis fase 3 global vaksin itu, ungkap laporan media baru-baru ini, seperti dikutip Xinhua, Rabu, (10/02/2021).

Kandidat vaksin tersebut dikembangkan bersama oleh CanSino dan Akademi Ilmu Militer di China.

Baca Juga: Vaksin Sputnik V Rusia Catat Tingkat Efikasi 92%

Penulis : Edwin-Shri-Bimo

Sumber : Kompas TV


TERBARU