> >

Para Ilmuwan Ingin Kuda Nil Pablo Escobar Dimusnahkan, Ini Alasannya

Kompas dunia | 10 Februari 2021, 17:43 WIB
Hewan Kuda Nil (Sumber: Unsplash.com / Jocke Wulcan)

BOGOTA, KOMPAS.TV - Sekelompok ilmuwan telah menyerukan agar kuda nil Pablo Escobar dimusnahkan karena pertumbuhan kawanan berlebih yang mengancam keanekaragaman hayati .

Pada tahun 1980-an, raja narkoba tersebut memelihara tiga kuda nil betina dan satu jantan yang dibawa ke lahan seluas 2.225 hektar di Hacienda Napoles, Kolombia.

Setelah Escobar mati dalam baku tembak dengan pihak berwenang pada tahun 1993, sebagian besar hewan eksotis yang dipelihara Escobar tersebut dipindahkan atau mati.

Tetapi kuda nil tetap ditinggalkan di kawasan tersebut karena masalah biaya dan logistik terkait dengan pengangkutan hewan berbobot 3 ton dan tragedi kekerasan yang melanda daerah itu pada saat itu.

Meski Escobar sudah lama pergi, kuda nil tersebut tetap ada, bahkan telah berkembang biak. Pemerintah setempat juga sudah melakukan upaya resmi untuk mengendalikan reproduksi mereka. Salah satunya, melakukan vasektomi pada kuda nil jantan.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa kuda nil bisa menimbulkan ancaman besar bagi keanekaragaman hayati daerah itu dan dapat menyebabkan pertemuan mematikan antara hewan besar dan manusia.

Mereka mengatakan jumlah kuda nil bisa mencapai sekitar 1.500 pada tahun 2035 jika tidak ada yang dilakukan.

Untuk mencegah hal ini, para ilmuwan telah menyerukan agar kuda nil dibunuh.

"Saya percaya bahwa itu adalah salah satu tantangan terbesar spesies invasif di dunia," kata Nataly Castelblanco Martinez, seorang ahli ekologi di University of Quintana Roo di Meksiko dan penulis utama studi kelompok itu.

Gagasan untuk memusnahkan kuda nil dengan membunuhnya kemudian mendapat kritikan dan terus bertambah.

Para warga di daerah pedesaan ini telah menganggap kuda nil tersebut sebagai milik mereka sendiri, karena uang yang dihasilkan ketika turis datang.

Murid-murid sekolah yang berjalan melewati tanda yang bertuliskan "Bahaya - ada kuda nil" seperti jadi hal yang biasa.

Bagi orang luar, itu bisa menjadi hubungan yang aneh, mengingat hewan-hewan itu membunuh lebih banyak orang per tahun di Afrika daripada spesies satwa liar lainnya.

Para ahli juga mengatakan upaya pemerintah untuk menurunkan angka dengan mensterilkan beberapa kuda nil saja tidak cukup.

"Semua orang bertanya, 'Mengapa ini terjadi?' Nah, bayangkan sebuah kota yang berisi 50 orang dan Anda melakukan vasektomi pada satu orang dan dalam dua tahun baru diberikan pada pria lain, jelas, itu tidak akan mengendalikan reproduksi seluruh populasi," kata Castelblanco-Martinez.

Castelblanco mengatakan dia memahami daya tarik kuda nil, bahkan menggambarkan bayi kuda nil sebagai "hal paling indah di dunia". Tetapi dia menambahkan bahwa pembahasan tentang masa depan mereka di Kolombia tidak boleh dipengaruhi oleh perasaan hangat dari hewan.

"Kami memiliki spesies invasif lain di Kolombia yang telah menjalani protokol normal, dan tidak ada yang pernah membuat keributan karena mereka memancing ikan singa," katanya merujuk pada ikan singa yang merupakan spesies asli Indo-Pasifik yang sekarang menjadi spesies invasif di Samudra Atlantik.

"Anda bahkan tidak bisa berbicara tentang (pemusnahan kuda nil) karena penolakan itu mengejutkan. Aku dipanggil pembunuh.” tutupnya.

Penulis : Rizky-L-Pratama

Sumber : Kompas TV


TERBARU