> >

WHO Selidiki Asal Usul Virus Corona, Keluarga Korban di Wuhan Dibungkam

Kompas dunia | 29 Januari 2021, 05:34 WIB
Barisan pekerja membersihkan stasiun kereta di Wuhan, China dengan disinfektan ketika awal pandemi Covid-19, Maret 2020. (Sumber: nytimes.com)

WUHAN, KOMPAS.TV – Tim ahli dari World Health Organization (WHO) kini telah menyelesaikan masa karantina dan segera bekerja untuk mengungkap asal usul virus corona di Wuhan, yang telah menyebabkan pandemi di seluruh dunia. Bersamaan dengan kedatangan tim WHO ini, keluarga korban virus corona di Wuhan menyatakan, pihak berwenang di China menghapus grup media sosial mereka dan meminta mereka untuk diam.

Seperti dikutip dari the Guardian, keluarga korban virus corona di Wuhan tergabung dalam grup di platform media sosial WeChat. Sekitar 80 hingga 100 orang anggota keluarga korban tergabung dalam grup ini. Namun tiba-tiba sekitar 10 hari lalu, grup yang mereka bentuk dihapus tanpa penjelasan.

Zhang Hai, salah satu keluarga korban yang tergabung dalam grup tersebut menyatakan, banyak anggota keluarga yang marah karena otoritas China awalnya mengecilkan ancaman virus tersebut ketika wabah pertama kali muncul. Mereka pun berusaha mengajukan tuntutan hukum kepada pemerintah Kota Wuhan.

Baca Juga: Tim Ahli WHO Bertolak ke Wuhan Untuk Lakukan Penelitian Tentang Asal Usul Virus Corona

“Ini menunjukkan bahwa (otoritas China) sangat gugup. Mereka takut jika keluarga-keluarga ini akan menghubungi para ahli WHO, "kata pria berusia 51 tahun itu. Ia menambahkan," Ketika WHO tiba di Wuhan, (pihak berwenang) secara paksa menghilangkan (kelompok itu). Akibatnya kami kehilangan kontak dengan banyak anggota."

Puluhan orang telah bersatu secara online dalam upaya bersama untuk mempertanyakan akuntabilitas pejabat Wuhan, saat menangani wabah Covid-19 yang melanda kota ini setahun yang lalu. Wabah telah menyebabkan lebih dari 4.000 kematian yang tercatat secara resmi di sana.

Banyak keluarga korban yang tidak mempercayai jumlah kematian resmi. Mereka mengatakan, kelangkaan pengujian selama hari-hari awal pandemi yang kacau, menyebabkan banyak orang kemungkinan besar telah meninggal tanpa dipastikan mengidap virus corona.

Keluarga korban mengungkapkan, upaya keluarga untuk meminta pertanggungjawaban, sejauh ini telah digagalkan oleh adanya pemantauan kelompok media sosial dan intimidasi.

Baca Juga: Sudah Selesai Karantina di Wuhan, Tim Peneliti WHO Mulai Selidiki Asal-Usul Virus Covid-19

“Saya berharap para ahli WHO tidak menjadi alat untuk menyebarkan kebohongan. Kami terus mencari kebenaran tanpa henti, Ini adalah tindakan kriminal, dan saya tidak ingin WHO datang ke China untuk menutupi kejahatan ini,” ujar Zhang.

Penulis : Tussie-Ayu

Sumber : Kompas TV


TERBARU