> >

Yoweri Museveni Terpilih Jadi Presiden Uganda untuk Keenam Kalinya, AS: Pilpres Ini Cacat

Kompas dunia | 16 Januari 2021, 21:20 WIB
Petahana Presiden Uganda, Yoweri Museveni. (Sumber: AP Photo)

KAMPALA, KOMPAS.TV - Petahana Presiden Uganda, Yoweri Museveni akhirnya terpilih kembali sebagai pemimpin negara Afrika tersebut.

Kepastian tersebut diungkapkan oleh Komite Pemilihan Presiden Uganda, Sabtu (16/1/2021).

Seperti dikutip AP, Komite Pemilihan mengungkapkan Museveni meraih suara sebesar 58 persen.

Baca Juga: Fantastis, Komik Batman Edisi Pertama Terjual Rp30 Miliar

Sementara itu, saingan terdekatnya Bobi Wine mendapat 34 persen. Meski begitu, banyak yang memperkirakan terjadinya kecurangan dalam pipres ini.

Hal itu sudah diungkapkan oleh Wine. Apalagi, timbul pertanyaan kenapa penghitungan tetap dilakukan meski adanya pemadaman internet.

Wine, yang sebelumnya seorang penyanyi memang diyakini menjadi penantang berat bagi Museveni.

Baca Juga: Pesan Pilu Napi Terakhir yang Dieksekusi Mati Era Donald Trump, Bersikeras Dirinya Tak Bersalah

Dia mendapatkan dukungan besar dari daerah urban, yang kerap mengalami masalah pengangguran serta korupsi yang tinggi.

Hasil pilpres ini pun dikecam oleh Diplomat Amerika Serikat untuk Afrika, Tibor Nagy.

Baca Juga: Di Meksiko, Walikota Ini Ditangkap, Diikat di Pohon Gara-Gara Gagal Wujudkan Janji Kampanye

“Pemilihan Presiden Uganda secara fundamental penuh kecacatan,” ujar Nagy.

Dia pun meminta agar secepatnya dilakukan perbaikan akses internet, dan mengingatkan tanggapan AS akan bergantung pada apa yang akan dilakukan oleh Pemerintah Uganda sekarang.

Museveni, yang kini telah berusia 84 tahun telah memimpin Uganda sejak 1986 menggantikan Milton Obote.

Baca Juga: Tim dari AS Tiba di Jakarta, Bergabung dengan Tim KNKT Untuk Selidiki Jatuhnya Sriwijaya Air SJY 182

Dia saat ini memang masih memiliki dukungan di antara masyarakat Uganda untuk membawa stabilitas.

Museveni sendiri pernah mengkritik para pemimpin Afrika yang menolak untuk mundur setelah lama menjabat.

Hal itu terasa hipokrit dengan apa yang kini dilakukannya. Apalagi, dia telah mencabut batas masa jabatan dan usia kepresidenan.

Penulis : Haryo-Jati

Sumber : Kompas TV


TERBARU