> >

Seorang Pendeta Tewas dan Dua Lainnya Terluka Dalam Penembakan Gereja di Texas

Kompas dunia | 4 Januari 2021, 04:40 WIB
Gereja Methodist Starville yang menjadi lokasi penembakan yang menewaskan seorang pendeta dan membuat dua orang lainnya terluka pada Minggu (3/1/2021) di Winona, Texas, Amerika Serikat. (Sumber: Associated Press)

TEXAS, KOMPAS.TV - Seorang pendeta tewas dan dua orang lainnya terluka dalam penembakan di sebuah gereja di Texas, Minggu (3/1/2021). Sheriff setempat mengatakan, pendeta tersebut ditembak setelah menhadapi seorang pria yang bersembunyi dari polisi di gereja tersebut.

Pada Sabtu tengah malam, pihak berwenang yang menggunakan anjing dan drone mengejar seorang pria di hutan dekat kota Winona, Texas. Hingga kini belum diketahui mengapa polisi mengejar pria tersebut. Pendeta dari Gereja Metodis Starrville kemudian menemukan pria tersebut sedang bersembunyi di kamar mandi gereja Minggu (3/1/2021) pagi.

“Pendeta itu mengeluarkan pistol dan memerintahkan pria itu untuk berhenti,” kata Larry Smith, Sheriff di Smith County seperti dikutip dari the Associated Press. Namun pria itu kemudian mengambil alih senjata sang pendeta dan mulai menembaknya. Pendeta tersebut terbunuh, dan satu orang lainnya terluka oleh tembakan dan seorang lainnya terluka karena jatuh.

Pria itu kemudian mencuri kendaraan pendeta dan melarikan diri ke timur sebelum ditangkap oleh deputi di dekat Harrison County. Saat ini, pria tersebut dirawat di rumah sakit dengan luka tembak di tangannya.

Baca Juga: Dibubarkan, FPI: Pemerintah Alihkan Isu Penembakan Laskar FPI

Smith menolak untuk memberikan identitas pendeta, orang-orang yang terluka atau tersangka. Sheriff mengatakan, tersangka penembakan kemungkinan akan menghadapi dakwaan pembunuhan besar-besaran.

Penembakan itu dilaporkan terjadi sekitar jam 9:20 pagi, dan saat itu tidak ada layanan gereja yang sedang berlangsung. Namun saat itu di gereja terdapat pendeta, istrinya dan dua orang lainnya. Pria itu tampaknya berlindung di gereja karena alasan kenyamanan. Tidak ada bukti yang menunjukkan penembakan itu dimotivasi oleh permusuhan agama.

“Ini bukan pelanggaran terkait terkait agama,” kata Sheriff Smith.

Sebelumnya, pernah terjadi penembakan di gereja di Amerika, sekitar satu tahun lalu. Dalam penembakan itu, seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke sebuah gereja dekat Fort Worth, yang menewaskan dua orang. Kemudian pria bersenjata itu tewas ditembak oleh seorang jemaat.

Pejabat Texas memuji tindakan cepat jemaat tersebut, dengan mengatakan tindakan itu mencegah pembunuhan lebih lanjut dan menunjukkan keefektifan undang-undang senjata permisif negara bagian, yang menegaskan hak pemegang pistol berlisensi untuk membawa senjata di tempat-tempat ibadah.

Baca Juga: Penembakan di Berlin Lukai 4 Orang, Pengejaran Pelaku Tengah Dilakukan

Undang-undang itu disahkan sebagai tanggapan atas pembantaian tahun 2017 di First Baptist Church of Sutherland Springs, di mana seorang pria secara fatal menembak lebih dari dua lusin orang pada kebaktian Minggu sebelum membunuh dirinya sendiri.

Sejak itu, industri rumahan bermunculan di Texas dan negara bagian lain untuk melatih dan mempersenjatai warga sipil untuk melindungi gereja mereka dengan menggunakan teknik dan peralatan penegakan hukum.

Penulis : Tussie-Ayu

Sumber : Kompas TV

Tag

TERBARU