> >

Kesaksian WNI di Lokasi Penembakan Wina: Suasana Malam itu Chaos

Kompas dunia | 4 November 2020, 06:51 WIB
Suasana di salah satu restoran dekat lokasi penembakan di Wina, Austria, Senin (2/11/2020) malam. (Sumber: Associated Press)

KOMPAS.TV – Peristiwa penembakan di ibukota Austria, Wina, mengejutkan banyak pihak. Wina selama ini dikenal sebagai kota yang indah dan damai, sehingga peristiwa penembakan pada Senin (2/11/2020) malam, mengejutkan banyak pihak.

Salah satu warga negara Indonesia yang tinggal di Wina, Oktariza Chodijah, berada di tempat kejadian ketika peristiwa penembakan terjadi. Ia sedang makan malam bersama seorang teman di sebuah restoran di kawasan Graben.

Kepada Kompas.tv, Oktariza bercerita, malam itu kondisi kota Wina sedang ramai. Cuaca malam itu sedang sangat bagus dan saat itu merupakan malam terakhir sebelum lockdown diberlakukan di Wina.

Baca Juga: Presiden Trump Kecam Penembakan di Wina

Banyak warga kota yang ingin menghabiskan malam terakhir sebelum lockdown, dengan menghabiskan waktu di luar rumah.

Restoran tempat Oktariza bersantap pun sedang dalam kondisi penuh. Ia bersantap malam di bagian luar salah satu restoran di kawasan Graben.

Sekitar pukul 20.30, tiba-tiba terdengar suara letusan senjata. Karena posisi Oktariza memang berada di luar restoran, dia pun segera berlari dan berusaha menyelamatkan diri.

“Mungkin orang-orang yang di dalam restoran tidak mendengar apa yang terjadi. Makanya banyak yang terkunci di dalam dan tertahan di restoran,” ujarnya kepada Kompas.tv, Rabu (4/11/2020).

Selang beberapa menit kemudian, Oktariza mendengar suara sirine, yang diduganya berasal dari mobil polisi. Namun dia tidak sempat menyaksikan bagaimana polisi melumpuhkan pelaku penembakan, karena saat itu ia tahu situasi darurat sedang terjadi, dan dia harus mencari tempat untuk bersembunyi.

Oktariza Chodijah, WNI yang berada di lokasi ketika terjadi penembakan di Wina, Austria. (Sumber: Dokumentasi pribadi.)

“Suasana malam itu chaos. Apalagi kawasan kota tua di Wina banyak gang-gang kecil yang membuat situasi makin menegangkan,” ujarnya.

Ia sempat bersembunyi di gang kecil. Di gang sempit itu, dia bertemu dengan orang-orang lain yang juga berlarian karena panik. Banyak warga berlarian untuk mencari perlindungan.

Penulis : Tussie-Ayu

Sumber : Kompas TV


TERBARU