> >

Presiden Trump Umumkan Sudan Akan Akui Israel, Palestina Anggap Itu Pengkhianatan

Kompas dunia | 24 Oktober 2020, 13:38 WIB
Presiden AS Donald Trump dalam sambungan telepon dengan pejabat Sudan dan Israel (Sumber: Associated Press )

WASHINGTON, KOMPAS TV - Presiden Donald Trump pada Jumat (23/10/2020) mengumumkan bahwa Sudan akan mulai menormalisasi hubungan dengan Israel, menjadikannya negara Arab ketiga yang melakukannya sebagai bagian dari kesepakatan yang ditengahi AS menjelang Hari Pemilu.

Kantor Berita Associated Press melaporkan, pengumuman Presiden Amerika Serikat itu muncul setelah Sudan setuju menyetorkan USD 335 juta, untuk kompensasi korban serangan teror terhadap Amerika Serikat di negara itu.

Serangan tersebut termasuk pemboman kedutaan besar AS di Kenya dan Tanzania tahun 1998 oleh jaringan al-Qaida, ketika pemimpinnya, Osama bin Laden, saat itu tinggal di Sudan. Sebagai gantinya, Trump memberi tahu Kongres pada hari Jumat (23/10/2020) tentang niatnya untuk menghapus Sudan dari daftar negara sponsor terorisme.

Itu adalah pencapaian kebijakan luar negeri untuk Trump hanya 11 hari sebelum Pemilu Presiden Amerika Serikat 3 November nanti.

Sebelumnya, pemerintahan Trump memfasilitasi normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan Uni Emirat Arab dan Bahrain - yang pertama sejak Yordania mengakui Israel pada 1990-an dan Mesir pada 1970-an.

Trump mengatakan setidaknya lima negara lain ingin mencapai kesepakatan itu, yang secara kolektif disebut Abraham Accords.

Baca Juga: Sudan Akui Perlu Israel, Tapi Tetap Beri Dukungan untuk Palestina

Presiden AS Donald Trump usai umumkan keberhasilan rencana normalisasi diplomatik Israel - Sudan (Sumber: Associated Press )

Palestina mengatakan pengakuan itu sama dengan pengkhianatan.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas seperti dilaporkan Associated Press mengutuk dan menolak perjanjian tersebut, dengan mengatakan perdamaian abadi di wilayah tersebut bergantung pada penghentian pendudukan Israel dan pembentukan negara Palestina.

Wasel Abu Yousef, seorang pejabat senior Palestina, menyebut perjanjian itu sebagai "tikaman dari belakang" rakyat Palestina dan perjuangan mereka. Kelompok militan Islam Hamas, yang menguasai Gaza, juga mengutuk perjanjian itu.

Israel mengatakan pengakuan itu menandakan bahwa Palestina telah kehilangan "hak veto" mereka atas upaya perdamaian regional.

Trump mengundang wartawan ke Oval Office saat masih berbicara di telepon dengan para pemimpin Israel dan Sudan. Trump pada kesempatan itu mengatakan,  Sudan telah menunjukkan komitmennya dalam memerangi terorisme.

"Ini adalah salah satu hari besar dalam sejarah Sudan," kata Trump, seraya menambahkan, bahwa  Israel dan Sudan telah bermusuhan selama beberapa dekade, walau tidak berada dalam konflik terbuka.

Penulis : Zaki-Amrullah

Sumber : Kompas TV


TERBARU