> >

Imbauan Menteri Agama Untuk Sholat Idul Fitri

Kompas sahur | 16 Mei 2020, 09:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Perayaan Idul Fitri di tengah kondisi pandemi Covid-19, Menteri Agama mengimbau sholat Iedul Fitri dilakukan di rumah saja.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa yang mengizinkan umat Islam melaksanakan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah di rumah. 

Keputusan ini diambil melalui rapat virtual komisi fatwa MUI di Jakarta. 

Berikut pernyataan sekretaris komisi fatwa MUI, Asrorun Ni'am Sholeh.

Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar menyebut fatwa Majelis Ulama Indonesia atau MUI untuk meniadakan sholat jumat demi mengantisipasi corona, adalah keputusan yang tepat.

Oleh karena itu, sebagai umat islam harus mengikuti para ulama dan umarat.

Shalat Idul Fitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjemaah dan dapat dilakukan sendiri.

Jika dilakukan berjemaah, maka jumlah jemaah yang shalat minimal 4 orang, satu orang imam dan tiga orang makmum.

Berikut tata caranya:

1. Sebelum shalat, disunahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.

2. Shalat dimulai dengan menyeru \"as-shalatu jami'ah\", tanpa azan dan iqamah.

3. Memulai dengan niat shalat Idul fitri, yang jika dilafalkan berbunyi: Ushalli sunnata li'idil fithri rak'ataini ma'muman,imaman lillahi ta'ala \"Aku berniat shalat sunah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum,imam) karena Allah taala.\"

4. Membaca takbiratul ihram (Allahu akbar) sambil mengangkat kedua tangan.

5. Membaca takbir sebanyak 7 (tujuh) kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca: Subhanallah walhamdu lillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar.
 

Penulis : Merlion-Gusti

Sumber : Kompas TV


TERBARU