> >

5 Kuliner Khas Maulid Nabi Muhammad SAW dari Berbagai Daerah di Indonesia

Kuliner nusantara | 18 Oktober 2021, 08:01 WIB
Nasi Suci Ulam Sari, makanan khas Maulid Nabi dari Pacitan, Jawa Timur. (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Maulid Nabi 2021 yang diperingati tanggal 19 Oktober biasanya dihiasi dengan menggelar sejumlah tradisi termasuk membuat kuliner khas di tiap daerah.

Makanan khas Maulid Nabi ini hanya hadir saat memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW saja yakni tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Islam.

Oleh karena itu, tak sedikit umat Islam yang berburu kuliner khas Maulid Nabi. Namun ada pula yang memilih membuatnya sendiri.

5 Kuliner Khas Maulid Nabi

Kuliner khas Maulid Nabi di setiap daerah berbeda-beda sesuai dengan tradisi dan filosofi daerah tersebut.

Dilansir dari Sajian Sedap, Senin (18/10/2021), berikut makanan khas Maulid Nabi di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: 7 Kata Mutiara Maulid Nabi 2021 yang Menyentuh, Bisa Disebar di Media Sosial

1. Kuah Beulangong

Kuah Beulangong adalah hidangan kari kambing yang dibuat masyarakat Aceh untuk memperingati Maulid Nabi.

Makanan khas Aceh ini terdiri dari daging kambing yang dicampur dengan nangka muda.

Dinamakan Kuah Beulangong karena dimasak di belanga berukuran besar atau biasa disebut beulangong.

2. Ampyang Maulid

Mungkin Anda sudah familiar dengan camilan ampyang yakni makanan tradisional Jawa yang terbuat dari kacang tanah dan gula jawa.

Namun, Ampyang Maulid ini berbeda karena berasa dari Kudus, Jawa Tengah. Kuliner khas Maulid Nabi ini justru terbuar dari nasi kepal.

Dinamakan Ampyang Maulid karena nasi kepal tersebut dilengkapi dengan lauk yang dibungkus daun jati dan kerupuk ampyang atau kerupuk warna-warni.

Baca Juga: Bulan Maulid Nabi: Begini Kisah Keajaiban Masa Kecil Nabi Muhammad

3. Sumpil

Kuliner khas Maulid Nabi ini mungkin masih asing di telinga banyak orang.

Namun, bagi warga Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, Sumpil adalah makanan wajib ada saat menjelang hari lahir Nabi Muhammad.

Hal ini lantaran Sumpil biasanya diberikan kepada tetangga atau sanak saudara sebagai tradisi hantaran.

Sumpil terbuat dari beras yang diolah mirip ketupat. Bedanya media pembungkusnya adalah daun bambu yang di bentuk limas.

4. Endog-endogan

Makanan khas Maulid Nabi ini berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Diambil dari kata 'endog' yang berarti telur.

Cara penyajiannya, telur direbus biasa lalu ditusuk dengan bambu kecil. Setelah itu dihias dengan kertas warna-warni.

Telur tusuk yang dihias itulah yang disebut 'kembang endog'. Setelah itu, tancapkan pada jodang, batang pisang yang juga dihias.

Jodang yang telah diisi 'kembang endog' akan diarak keliling kampung dengan iringan musik tradisional. Selepas itu, telur baru boleh dimakan.

Baca Juga: 3 Puasa Sunah yang Bisa Diamalkan Bulan Maulid Nabi Muhammad 1443 H

5. Nasi Suci Ulam Sari

Bagi masyarakat Pacitan, Jawa Timur, pembuatan Nasi Suci Ulam Sari sebagai kuliner khas Maulid Nabi memiliki filosofi khusus.

Ini merupakan bentuk harapan masyarakat Pacitan supaya diberkahi oleh Allah SWT dan dihindarkan dari mara bahaya.

Kuliner ini terdiri dari nasi uduk berbentuk tumpeng dan diberi lauk berupa ayam utuh yang direbus dan lauk lainnya.

Penulis : Dian Nita Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV/Sajian Sedap


TERBARU