> >

Bikin Komentar Antisemit, Rapper Kanye West Diputus Kemitraan oleh Adidas

Selebriti | 26 Oktober 2022, 12:29 WIB
Rapper kawakan asal Amerika Serikat, Kanye West. (Sumber: AP Photo/Ashley Landis)

NEW YORK, KOMPAS.TV - Adidas mengakhiri kemitraan dengan rapper kawakan Amerika Serikat, Kanye West.

Walaupun telah ikut menjadikan Kanye West seorang miliarder dan memberikan daya tarik pada merek pakaian olahraga Jerman itu, tetapi pada akhirnya tidak dapat bertahan dari 'kemarahan' yang memuncak atas pernyataan ofensif dan antisemit rapper tersebut.

"Adidas tidak menoleransi antisemitisme dan segala bentuk ujaran kebencian lainnya..."

"Komentar dan tindakan Ye [Kanye West] baru-baru ini tidak dapat diterima, penuh kebencian, dan berbahaya, dan itu melanggar nilai-nilai perusahaan tentang keragaman dan inklusi, saling menghormati, dan keadilan," ujar Adidas dalam sebuah pernyataan yang dikutip Associated Press (26/10/2022).

Baca Juga: Topan Sitrang Hantam Bangladesh Tewaskan 24 Orang

Perpisahan dengan Kanye West itu akan membuat Adidas mencari selebritas lain untuk membantunya bersaing dengan saingannya yang juga besar, Nike.

Tetapi, kemungkinan akan terbukti lebih mahal untuk Kanye karena raksasa sepatu kets itu menjadi perusahaan terbaru yang memutuskan hubungan dengan Ye, yang mana karier musiknya dikabarkan sedang menurun karena menuai kontroversi.

Adidas mengatakan pihaknya memperkirakan akan menerima pendapatan bersih hingga 246 juta dollar AS tahun ini dari keputusan untuk segera menghentikan produksi Yeezy dan menghentikan pembayaran kepada Ye dan perusahaannya.

Sebelumnya, selama berminggu-minggu, Kanye diketahui telah membuat komentar antisemitisme (sikap rasisme terhadap orang Yahudi) dalam wawancara dan media sosial, termasuk posting di Twitter awal bulan Oktober 2022 ini.

Hal tersebut menjadikan Kanye West terpaksa di-banned sementara dari media sosial Twitter dan Instagram.

Baca Juga: Poundsterling Inggris Bangkit Seiring Rishi Sunak Naik Jadi PM Inggris

Penulis : Christandi Dimas Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Associated Press


TERBARU