> >

Kemenkes: Vaksin Sinovac Masih Ampuh Atasi Virus Corona B117

Lifestyle | 5 Maret 2021, 17:25 WIB
Ilustrasi petugas medis suntik vaksin Covid-19(Sumber: Anadolu Agency)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan kecepatan penularan virus corona B117 tidak menyebabkan bertambah parahnya penyakit.

Nadia sebut virus corona adalah tipe virus RNA (ribonucleic acid) yang secara alami mudah mengalami mutasi.

Mutasi merupakan kemampuan virus untuk bertahan hidup.

"Hingga saat ini, kami belum mendapatkan bukti ilmiah bahwa virus mutasi Covid-19 ini lebih tinggi tingkat keganasannya dibanding virus Covid-19 yang awal, namun, dari beberapa penelitian di negara lain menunjukkan varian virus baru ini lebih cepat menular," ujar Nadia seperti dikutip dari keterangan Kemenkes, Jumat (5/3/2021).

Ia melanjutkan, mutasi terjadi pada bagian tanduk atau spike dari virus yang menyebabkan virus lebih mudah masuk ke sel sasaran sehingga penularannya akan lebih cepat dibanding varian yang lama.

Kecepatan penularan mutasi virus tersebut tidak menyebabkan bertambah parahnya penyakit, namun penelitian terkait varian baru ini terus dilakukan.

Para peneliti yang mendalami virus Corona B117 mengonfirmasi bahwa efektivitas inokulasi terhadap virus masih ada di level yang bisa diterima sehingga sejauh ini belum mengganggu kinerja vaksin.

“Vaksin yang sekarang digunakan pemerintah masih efektif untuk mencegah penularan mutasi virus corona B117 sehingga tidak akan mempengaruhi kekebalan kelompok,” ujar dokter Nadia.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu resah, namun harus tetap waspada.

Dia melanjutkan, karakter dari varian mutasi virus corona B117 ini tidak terbukti lebih parah infeksinya dari jenis asli virus SARS-COV-2.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes dr. Slamet, MHP menambahkan, tes swab PCR maupun antigen yang ada kini masih bisa medeteksi varian baru virus corona B117.

“Belum ada hasil penelitian yang mengatakan bahwa varian virus corona B117 ini lebih ganas dan menyebabkan sakit yang lebih parah. Virus ini tetap dapat di deteksi dengan swab antigen dan swab PCR,” ujar dr. Slamet.

Penulis : Ade-Indra-Kusuma

Sumber : Kompas TV


TERBARU