> >

Dari Rumahnya, Attenborough Tetap Berkarya Menyajikan A Perfect Planet Bagi Pemirsa TV

Film | 22 Desember 2020, 00:45 WIB
Sir David Attenborough dalam peluncuran serial dokumenter Our Planet di Museum Sejarah Alam di London, 4 April 2019. (Sumber: AP Photo / Joel C Ryan)

LONDON, KOMPAS.TV – Sir David Attenborough (94) adalah seorang penjelajah dunia, menemukan daratan terpencil yang sangat jauh dan spesies eksotis bagi pemirsa televisi sejak tahun 1950an. Pandemi Covid-19 boleh saja membuatnya terkurung di dalam rumah selama hampir sepanjang tahun 2020, namun itu tidak membuat pembawa acara legendaris ini menghentikan pekerjaannya membuat dunia segera bertindak atas perubahan iklim yang terjadi.

Attenborough merekam salah satu sulih suaranya yang khas – hangat, tenang dan penuh daya tarik – untuk serial film dokumenter terbaru BBC dan Discovery, ‘A Perfect Planet’, yang akan dirilis pada awal Januari mendatang.

Terkurung di dalam rumah, rupanya tidak memutuskan hubungan Attenborough terhadap alam.

“Saya menyaksikan dunia berlalu dalam dunia alami di taman saya dengan kesinambungan dan intensitas yang sebelumnya tidak pernah saya berikan,” ujar Attenborough.

Ia hanya pergi meninggalkan rumah selama dua kali untuk pergi ke dokter gigi.

Baca Juga: “Docs by The Sea”, Tempat Kumpulnya Pembuat Dokumenter

Merekam sulih suara untuk ‘A Perfect Planet’ membuat Attenborough harus mendekor ulang ruang makan di rumahnya di London bagian barat.

Selimut tebal digantung di sepanjang dinding untuk meredam setiap gema. Dipandu Produser Eksekutif Alastair Fothergill dari jarak jauh sekitar 100 mil di Bristol, Attenborough juga membuat pengaturan teknis yang memungkinnya melihat rekaman tersebut.

Kabel mikrofon disambungkan keluar melalui jendela, sehingga seorang anggota kru dapat merekam suara Attenborough dari taman.

“Karena sekarang musim dingin, kami membuat sebuah gubuk untuknya. Tapi di musim panas, ia duduk di luar di tengah hujan dan mendengarkan sulih suara saya dan merekamnya,” kisah Attenborough tentang kru audio yang merekam sulih suaranya.

Baca Juga: Mengenal Boccia Melalui Film Dokumenter

Ini bukan satu-satunya prestasi jarak jauh yang berhasil dilakukan dalam serial tersebut.

Soundtrack musik – yang mengiringi setiap adegan mulai dari ribuan flamingo yang bersarang di danau-danau asin yang tidak bersahabat di Afrika Tengah hingga migrasi kepiting merah dari hutan di Pulau Christmas ke Samudera Hindia – juga direkam dari jarak jauh.

“Komposer kami, Ilan Ishkeri, bekerja sama dengan sebuah orkestra di Islandia karena Islandia tidak terlalu menerapkan lockdown, karena hanya ada sedikit sekali kasus Covid-19. Sesungguhnya ia mengarahkan dan memimpin orkestra itu dari Inggris,” terang Fothergill.

Penulis : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU