> >

Soal Jalan Rusak di Sumut, Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Dibutuhkan Rp5,5 Triliun untuk Perbaikan

Keuangan | 23 Mei 2023, 20:38 WIB
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat memberikan keterangan, Selasa (25/1/2022). Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyebut untuk perbaikan jalan kabupaten/kota yang rusak membutuhkan anggaran sedikitnya Rp5,5 triliun. (Sumber: Kompas TV/Roganda Malau)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengungkapkan terdapat 13.000 kilometer jalan kabupaten/kota di Sumut yang rusak.

Dia pun menyebut, perbaikan jalan kabupaten/kota yang rusak tersebut membutuhkan total anggaran kurang lebih Rp5,5 triliun.

"Memang kita ini punya 33.000 kilometer jalan kabupaten/kota. Ada 13.000 kilometer yang tidak layak jalan itu. Itu satu jalan dari 13.000 kilometer yang salah satunya didatangi Presiden Jokowi kemarin," kata Edy, Selasa (23/5/2023), dikutip dari Antara.

"Kalau kita hitung 13.000 kilometer dari Rp5 miliar per kilometer, berarti sudah Rp5,5 triliun lebih," imbuhnya.

Mantan Pangkostrad ini juga menjelaskan jalan kabupaten/kota yang diprioritaskan untuk perbaikan adalah jalan dengan kondisi rusak total.

"Tuntutannya untuk jalan kabupaten/kota yang benar-benar rusak. Total rusak untuk dilalui untuk masyarakat adalah minimal Rp5,5 triliun," ujarnya.

Tak hanya jalan kabupaten, dia berujar, jalan provinsi juga banyak yang membutuhkan perhatian serius.

"Jalan provinsi 3005,6 km. Ada 890 Km jalan yang begitu yang perlu kita perhatikan," ucapnya.

Sementara, kata Edy, Provinsi Sumut hanya memiliki anggaran sekitar Rp300 miliar hingga Rp400 miliar per tahun untuk perbaikan jalan.

Baca Juga: Sri Mulyani Siapkan Dana Rp203,5 T untuk Bangun Jalan di Pusat dan Daerah, Sumatera Dapat Terbanyak

Sedangkan dalam perbaikan infrastruktur jalan di Sumut ini, bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat sebesar Rp800 miliar.

"Nah presiden membantu Rp800 miliar," ujarnya,

Untuk itu, dia pun menargetkan agar jalan rusak di Sumatera Utara bisa mencapai kondisi minimal 69 sampai 75 persen.

"Kita butuh hanya sampai ke 69 ke 75 persen dari total panjang jalan kita tadi itu. Untuk itu kita butuh uang, banyak hal yang sudah kita lakukan tetapi tidak bisa, rakyat butuh infrastruktur itu," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan, pemerintah mengalokasikan dana mencapai Rp203,5 triliun untuk pembangunan dan perawatan jalan nasional, daerah, hingga tol pada tahun ini.

Dari jumlah tersebut, dia menyebut Pulau Sumatera mendapatkan alokasi yang paling besar.

"Kalau kita lihat di sini yang paling mendapatkan paling besar adalah Sumatera, di dalam Sumatera Rp71,5 triliun alokasi anggaran belanja untuk jalan raya," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTA, Senin (22/5).

Dia menyebutkan dari Rp 71,5 triliun itu digunakan untuk pembangunan jalan di Sumatera dari mulai membangun jalan baru 119 km senilai Rp 1 triliun, preservasi jalan 14.773 km Rp 700 miliar.

Kemudian pembangunan jembatan 6.447 meter sebesar Rp 900 miliar serta preservasi jembatan 141.469 meter senilai Rp 800 miliar.

"Di Sumatera paling besar adalah pembangunan jalan tol Sumatera tahap 2 yang mencapai tambahan anggaran Rp 28,9 triliun. Selain untuk pengadaan tanah bagi jalan raya dan untuk jalan daerah Rp 20,3 triliun," jelasnya.

Baca Juga: Jokowi Segera Perbaiki Jalan Rusak di Sumut, Paling Lambat Juli

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV/Antara


TERBARU