> >

Nasib Pencari Kerja Lanjut Usia: Dianggap Tak Produktif, Ratusan Lamaran Tak Dilirik

Loker | 8 Mei 2023, 07:10 WIB
Barnel Tito pendiri Old Job Seeker Indonesia. (Sumber: tayangan Special Report Kompas.TV-)

Pengamat ketenagakerjaan Timboel Siregar menjelaskan, apa yang dialami oleh Tito dan kawan-kawan adalah bentuk diskriminasi pekerjaan berdasarkan usia. Bila pemerintah tidak memerhatikan para pencari kerja usia tua ini, hal ini akan berdampak terhadap bonus demografi yang disebut-sebut memberikan keuntungan kepada sebuah bangsa hanya sekali saja. 

Sebab, bila para pencari kerja usia tua namun masih produktif ini tidak diakomodasi, bisa lahir generasi sandwich. Yaitu ketika para pencari kerja usia tua itu kemudian membebankan kebutuhan hidupnya kepada anak-anaknya yang mulai bekerja.

"Kalau anak-anaknya ini kemudian tidak bekerja, maka kembali jatuh miskin," kata Timboel.

Apalagi data dari pemerintah menyebutkan bahwa selama wabah Covid-19 ada lebih dari 368 ribu pekerja yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Dari jumlah tersebut, sebagian besar tidak lagi diterima kerja setelah wabah melandai. Dan mereka yang kena PHK termasuk yang usianya dinilai tidak produktif alias tua.

Baca Juga: Pencari Kerja Wajib Tahu, Deretan Pekerjaan Bidang Teknologi Informasi yang Diburu

Menurut Timboel, pemerintah harus segera membuka pelatihan vokasional bagi para pencari kerja tua ini. "Pemerintah harus beri pelatihan vokasi yang bisa diakses oleh pekerja tua ini," katanya.

 

Penulis : Iman Firdaus Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU