> >

Dewan Masjid Indonesia Rilis SE Jelang Ramadan, Atur Prokes hingga Penggunaan Pengeras Suara Luar

Panduan | 26 Maret 2022, 08:48 WIB
Masjid Istiqlal. Pelaksanaan takbiran dalam rangka menghidupkan malam Hari Raya Idulfitri hendaknya dilakukan serentak oleh DKM atau takmir masjid/musala. (Sumber: BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) menerbitkan Surat Edaran (SE) yang berisi arahan kegiatan ibadah Ramadan 1443 Hijriyah/2022.

SE tersebut mengatur mulai dari penerapan protokol kesehatan (prokes) hingga penggunaan pengeras suara.

SE tertanggal 11 Maret 2022 yang ditandatangani oleh Ketua Umum DMI Jusuf Kalla itu juga mengatur tentang pelaksanaan takbiran di malam Hari Raya Idulfitri.

Disebutkan, pelaksanaan takbiran hendaknya dilakukan serentak oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) atau takmir masjid/musala dan batas waktu penggunaan pengeras suara luar sampai pukul 22.00.

Takbiran dalam rangka menghidupkan malam Hari Raya Idul Fitri hendaknya dilakukan serentak oleh DKM/takmir masjid/mushala dengan mengatur penggunaan pengeras suara luar sampai batas waktu istirahat (jam tidur) masyarakat (pukul 22.00) dan setelah itu dapat dilanjutkan dengan menggunakan pengeras suara dalam,” demikian tertulis dalam SE tersebut.

Baca Juga: Ramadan 2022, Masjid Istiqlal Bakal Kembali Gelar Buka Bersama

Berikut empat poin arahan DMI tersebut, yang dilansir dari lembaran SE, Sabtu (26/3/2022):

Pertama, agar masjid/mushala dimakmurkan untuk ibadah bulan suci Ramadhan 1443 Hijriyah dengan tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan (memakai masker, membawa alat ibadah sendiri, berwudhu dari rumah) dan memelihara kebersihan lingkungan masjid/mushala sebaik-baiknya yang menjamin terjaganya kesehatan seluruh jemaah.

Kedua, agar seluruh jajaran pimpinan DMI di seluruh tingkatan, Ortom, Batom, DKM dan Takmir masjid/mushala mengutamakan kekhusyukan dan kesyahduan bulan suci Ramadhan dengan:

a. Menggunakan pengeras suara luar hanya untuk azan, iqamah dan tartil quran yang diatur durasinya antara 5-10 menit sebelum tanda waktu shalat tiba.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas.com


TERBARU