> >

Sandiaga: Perlu Transparansi Penyaluran Bantuan Kredit

Kompas bisnis | 2 Juli 2020, 20:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dengan besarnya sumbangsih dan efek berganda UMKM ke ekonomi negeri, tak heran Presiden Joko Widodo marah, saat penyerapan anggaran penyelamatan umkm, berjalan lambat.

Bukan kali ini saja, Presiden Joko Widodo berteriak soal menyelamatkan usaha mikro kecil dan menengah.

Dalam sidang kabinet paripurna di Jakarta, presiden mewanti-wanti agar pelaku UMKM jangan sampai terkapar.

Pandemi covid sembilan belas sudah melumpuhkan denyut nadi usaha rakyat ini.

Dari survei Score dan Ilo Indonesia, dari 571 perusahaan,

2/3 UMKM berhenti beroperasi.

57 persen kehilangan pendapatan hingga lebih dari 50 persen,

dan 63 persen mengurangi jumlah pekerja.

Asosiasi UMKM Indonesia merasakan, realisasi beragam stimulus pemerintah, berjalan lambat. 

Pada akhirnya, banyak UMKM, berusaha dengan kaki sendiri untuk kembali bangkit.

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia, Ikhsan Ingratubun menyatakan  kebijakan yang diambil dirasa lambat sehingga kurang efektif membantu UMKM.

Ada total 123,4-6 triliun rupiah anggaran pemerintah, bagi pemulihan UMKM.  Restrukturisasi kredit dan subsidi bunga memakan anggaran terbesar.
 
 

Penulis : Merlion-Gusti

Sumber : Kompas TV


TERBARU