> >

Setelah Temui Gus Yahya, Ditjen Pajak Kini Temui PWNU Jatim Ajak Warga Bayar Pajak

Ekonomi dan bisnis | 15 Maret 2023, 11:42 WIB
Logo Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Pejabat pajak di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur I (Kanwil DJP Jatim I) menemui Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim). (Sumber: DJP)

SURABAYA, KOMPAS.TV - Pejabat pajak di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur I (Kanwil DJP Jatim I) menemui Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim).

Kedua pihak menandatangani kesepakatan kerja sama dan kemitraan bidang perpajakan dan sumber daya manusia. Dalam pertemuan itu, pihak DJP menjalin kemitraan dengan PWNU Jatim, untuk mengajak masyarakat membayar pajak. 

Kepala Kanwil DJP Jatim I P.M. John L. Hutagaol memandang sejarah dan peran organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan Hadratus Syekh K.H. Hasyim Asy’ari mulai dari perjuangan mencapai kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan, sangat besar bagi bangsa Indonesia.

John menyebut kader-kader NU di semua level tingkatan organisasi sudah sekuat tenaga mempertahankan sikap NU dalam mengisi kemerdekaan.

“Sikap tawazun (seimbang), tasamuh (toleransi), dan i'tidal (tegak lurus) adalah sikap yang tepat untuk dipedomani. Kami ingin mengajak PWNU Jatim dalam melakukan sosialisasi dan edukasi pajak kepada seluruh Nahdliyin di Surabaya khususnya dan Jawa Timur," kata John dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas TV, Rabu (15/3/2023).

Baca Juga: Penerimaan Pajak Kuat, APBN Februari 2023 Surplus Rp131,8 T

"PWNU juga didorong terus memberikan bimbingan mental dan spiritual kepada para pegawai di lingkungan Kanwil DJP Jatim I,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur Marzuki Mustamar menekankan pentingnya memberikan pemahaman pengetahuan perpajakan secara baik kepada masyarakat.

Khususnya Nahdliyin yang terdiri dari bermacam-macam latar belakang profesi dan pendidikan.

“Sejak dulu sampai sekarang NU berkomitmen menjaga kepentingan rakyat dan negara,” ujar Marzuki.

Ia menuturkan, sangat penting Indonesia merdeka bukan hanya secara militer, tetapi juga merdeka secara finansial. Salah satu upaya agar berdaulat secara finansial adalah taat pajak, tertib pajak, disiplin membayar pajak.

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber :


TERBARU