> >

Menkeu Prediksi Dunia Terjun ke Jurang Resesi 2023, Ini Sejarah Krisis Ekonomi The Great Depression

Ekonomi dan bisnis | 27 September 2022, 18:38 WIB
Ilustrasi resesi ekonomi yang mengancam dunia pada tahun 2023. (Sumber: Forbes/Getty Image )

JAKARTA, KOMPAS.TV – Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam paparan APBN KITA Agustus 2022 mengatakan soal proyeksi bahwa dunia bersama-sama akan terjun ke jurang resesi pada 2023.

Inflasi yang tinggi akibat melesatnya harga pangan dan energi di sejumlah negara, khususnya Eropa dan Amerika Serikat (AS), disebut menjadi pemicu resesi tersebut.  

Hal itu memicu pula aksi bank sentral di negara maju menaikkan suku bunga dan mengetatkan likuiditas. “Kalau bank sentral di seluruh dunia meningkatkan suku bunga cukup ekstrem dan bersama-sama, dunia mengalami resesi di 2023," ujarnya, Senin (26/9/2022).

Perkiraan krisis perekonomian tersebut sesungguhnya pernah terjadi pada tahun 1920-an yang dimulai di AS. Kala itu, publik menyebutnya sebagai Depresi Besar atau The Great Depression.

 

Sejarah depresi besar di dunia

Depresi besar yang juga dikenal dengan istilah krisis malaise tersebut berlangsung selama 10 tahun. Dimulai dari tahun 1929 hingga 1939 pada masa pemerintahan AS pimpinan Herbert Hoover.

Peristiwa itu dimulai dengan jatuhnya bursa saham New York pada tanggal 24 Oktober 1929 dan puncak terparah terjadi pada 29 Oktober 1929. Krisis bursa saham dalam titik terparah itu dijuluki sebagai Black Tuesday dan menjadi salah satu hari yang paling dikenang dalam sejarah ekonomi dunia.

Kepercayaan konsumen pun runtuh setelah jatuhnya pasar saham tersebut. Daya beli menurun, investasi menyusut, sektor industri terguncang, dan pengangguran merebak. Merajalelanya pengangguran itu kemudian juga menyebabkan kredit macet meningkat, dan penyitaan aset melonjak.

Baca Juga: Hampir Sama, Ini Perbedaan Resesi dan Depresi Ekonomi

Hoover berupaya memberi solusi berupa dukungan kepada bank-bank lewat pinjaman pemerintah. Namun, bukannya memberikan perbaikan kondisi, krisis justru semakin parah. Dalam rentang tiga tahun, jumlah pengangguran malah bertambah banyak.

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU