> >

Vaksin Booster Bayar Sendiri, Cek Harganya di Sini

Kebijakan | 10 November 2021, 19:17 WIB
Pemerintah membebaskan masyarakat memilih jenis vaksin booster atau vaksin dosis ketiga, yang diperkirakan mulai dilaksanakan awal 2022. Negara hanya menanggung biaya vaksin booster untuk masyarakat miskin, di luar golongan itu harus membayar sendiri. (Sumber: Associated Press)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali menegaskan, biaya vaksinasi booster kepada penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan ditanggung negara. Sedangkan untuk masyarakat di luar golongan itu, harus membayar sendiri.

“Yang kedua nanti akan ditanggung oleh negara adalah yang PBI. Jadi mohon maaf bapak ibu anggota DPR yang memang penghasilannya cukup, nanti kita minta bayar sendiri,” kata Budi saat rapat bersama Komisi IX DPR, Senin (8/11/2021) lalu.

Masyarakat dibebaskan memilih jenis vaksin untuk dosis ketiga nanti. Namun, vaksinasi booster baru akan dimulai jika 50 persen penduduk sudah mendapatkan 2 dosis suntikan vaksin.

Menkes memperkirakan, di akhir Desember 2021 sudah ada 59 persen masyarakat yang sudah 2 kali mendapat dosis vaksin Covid-19.

Baca Juga: Ini Nilai Anggaran Gaji ke-13, THR, dan Tunjangan Fungsional PNS di 2022

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap, negara melalui APBN akan menanggung biaya vaksin booster untuk 87,4 juta orang dengan kebutuhan 97,1 dosis.

Sedangkan untuk usia 11 dan 12 tahun akan diberikan kepada 4,4 juta jiwa dengan kebutuhan 9,9 juta dosis vaksin.

Vaksin booster merupakan dosis vaksin tambahan yang bertujuan memberikan perlindungan ekstra terhadap penyakit karena efek dari beberapa vaksin yang dapat menurun seiring waktu.

Vaksin booster umum diberikan pada infeksi virus, seperti tetanus, difteri, dan pertusis (DTaP) yang membutuhkan booster setiap 10 tahun.

Baca Juga: Asetnya Disita Satgas BLBI, Tommy Soeharto Masih Bisa Ekspansi Bisnis Rest Area

Pemberian vaksin booster dipercaya akan membantu sistem kekebalan mengingat virus penyebab penyakit. Jika tubuh kembali terpapar virus tersebut, antibodi dapat mengenali dan membunuhnya sebelum menyebabkan kerusakan.

Untuk vaksin Covid-19, pemerintah Indonesia menggunakan beberapa jenis vaksin. Yaitu Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna dan Pfizer.

Mengutip Vaccine Market Dashboard dari laman resmi Unicef, Rabu (10/11/2021), berikut adalah harga vaksin-vaksin tersebut di Indonesia dan sejumlah negara lain jika menggunakan asumsi kurs Rp14.200:

Sinovac

Digunakan mulai dari Brasil hingga Indonesia dengan harga yang bervariasi antara 10 dollar AS sampai 32,52 dollar AS per dosis. Di Indonesia, harganya mulai dari 13,6 dollar AS (Rp193.000).

Baca Juga: Masyarakat Ngeluh Penerbangan Garuda Langka, Ternyata Ini Penyebabnya

Sinopharm

Sinopharm digunakan di Kazakhstan, Argentina, Mongolia, Senegal, Argentina, China, Hungaria. Harga termurahnya adalah di Argentina senilai 9 dollar AS (Rp128.000). Termahal ada di Hungaria sebesar 36 dollar AS (Rp512.000).

Pfizer

Pfizer digunakan di sejumlah wilayah dunia. Mulai dari Afrika, Tunisia, Uni Eropa, Amerika, Kolombia, hingga Argentina. Harga termurahnya adalah 6,75 dollar AS (Rp96.000) di Uni Afrika sedangkan di Uni Eropa sebesar 23,15 dollar AS (Rp329.000).

Novavax

Data Unicef memperlihatkan harganya untuk Novavax adalah 3 dollar AS (sekitar Rp42.000), sementara di Denmark sebesar 20,90 dollar AS (Rp297.000).

Moderna

Moderna juga dimiliki sejumlah wilayah dari Amerika Serikat, Uni Eropa, serta Bostwana. Harganya berkisar dari 10 dollar AS hingga 37 dollar AS (Rp142.000- Rp527.000).

Baca Juga: Asyik Nih, Beli Tiket KRL Bisa Sekalian Pesen Gojek Mulai 2022

Janssen

Untuk Janssen, vaksin yang digunakan satu dosis saja, harganya sekitar 8,5 dollar AS hingga 10 dollar AS (Rp121.000 - Rp142.000).

AstraZeneca

AstraZeneca juga mengembangkan vaksin dan digunakan di sejumlah wilayah dari Uni Eropa, Fillipina, hingga India. Harga per dosisnya berkisar dari 2,19 dollar AS hingga 7,95 dollar AS(Rp31.000 - Rp113.000).

Penulis : Dina Karina Editor : Vyara-Lestari

Sumber :


TERBARU