> >

Tak Ingin Ekspor Bahan Mentah Lagi, Indonesia Genjot Biodesel

Kebijakan | 22 Oktober 2021, 12:37 WIB
Sejumlah petani mengangkut tandan buah segar (TBS) hasil panen kelapa sawit ke dalam truk untuk dibawa ke pabrik di Kawasan Perkebunan Batang Serangan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. (Sumber: Kompas.tv/Ant)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Pemerintah terus berupaya agar Indonesia bisa lebih mengutamakan kegiatan usaha pengolahan bahan mentah dan baku ketimbang langsung mengekspor secara mentah. Termasuk dalam hal ini adalah produk olahan dari minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Hal itu kemudian ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan pabrik biodiesel PT Johnlin Group. Produksi biodiesel di dalam negeri kemudian diharapkan mampu menghemat devisa negara untuk impor bahan bakar.

"Catatan saya di tahun 2020 menghemat devisa sebesar Rp38 triliun. Diperkirakan di tahun 2021 akan menghemat devisa Rp56 triliun," ujar Presiden saat peresmian pabrik, Kamis (21/10/2021).

Selain meningkatkan nilai tambah, Presiden juga berharap hadirnya pabrik biodiesel langsung bisa menurunkan impor bahan bakar jenis solar Indonesia. Efeknya, Indonesia mampu menekan defisit neraca perdagangan.

Baca Juga: Usai Program Biodiesel B30 Berjalan Lancar, Pemerintah Bersiap Naik ke Program B40

Selain menghemat devisa, produksi biodiesel juga akan berdampak pada pengaturan harga CPO di pasar global. Sebab selama ini Indonesia sebagai produsen CPO terbesar tidak mampu mengendalikan harga CPO dunia.

Dengan adanya kapasitas produksi biodiesel di dalam negeri, maka produksi sawit bisa terserap oleh industri tersebut. Untuk itu, Jokowi menyatakan bisa membuka opsi untuk menahan ekspor CPO ketika harga sawit di pasar global jatuh.

Menurut Presiden, pemerintah akan memastikan stabilitas permintaan bagi para petani sawit sehingga memberi efek pada kesejahteraan masyarakat secara luas.

Selain itu, produksi biodiesel juga sejalan dengan upaya Indonesia mengurangi emisi dari penggunaan energi fosil. Target Jokowi, produksi biodiesel pada 2021 bisa mencapai 9,2 juta kiloliter.

Baca Juga: PLTU Batu Bara Bakal Pensiun Dini, Pemerintah Tegaskan Semua Bebasis EBT

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU