> >

Punya Utang BLBI Rp3,5 Triliun, Besan Setya Novanto Gugat Pemerintah

Ekonomi dan bisnis | 14 Oktober 2021, 16:38 WIB
Kartu Transaksi Bank Aspac

JAKARTA, KOMPAS.TV- Obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Steven Hui alias Setiawan Harjono dan Xu Jing Nan alias Hendrawan Harjono menggugat pemerintah ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Gugatan itu didaftarkan pada Senin (11/10/2021).

Setiawan Harjono adalah besan mantan Ketua DPR sekaligus terpidana kasus korupsi Setya Novanto.

Tercantum sebagai pihak tergugat adalah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara; Panitia Urusan Piutang Negara Cabang Daerah Khusus Ibukota Jakarta; dan Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI.

Mengutip laman resmi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Setiawan dan Hendrawan Harjono meminta hakim untuk mengabulkan empat tuntutan mereka. Yaitu:

Baca Juga: Obligor BLBI Suyanto Gondokusumo Minta Pemerintah Terbuka soal Penyitaan Aset

1. Menyatakan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Panitia Urusan Piutang Negara Cabang Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI telah melakukan perbuatan melawan hukum.

2. Menyatakan keduanya bukan penanggung utang obligor PKPS PT Bank Aspac (BBKU). 

3. Menyatakan keduanya tidak bertanggung jawab atas piutang negara berdasarkan Keputusan Panitia Urusan Piutang Negara Cabang Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor PJPN-09/PUPNC.10.01/2019 tentang Penetapan Jumlah Piutang Negara Obligor PKPS PT Bank Asia Pacific (BBKU) Atas Nama Setiawan Harjono/Hendrawan Harjono tanggal 23 Mei 2019.

4. Menyatakan kesepakatan awal tertanggal 20 April 2000 batal atau tidak berkekuatan hukum atau setidak-tidaknya tidak berlaku mengikat bagi mereka.

Baca Juga: Satgas BLBI Gandeng Bareskrim Usut Pengalihan Aset BLBI Jadi Perumahan

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber :


TERBARU