> >

Cerita Pekerja Cairkan BLT Gaji Pakai Rekening Kolektif, Ngantri Bareng Ratusan Pekerja Lainnya

Kebijakan | 1 Oktober 2021, 20:03 WIB
Tangkapan layar tampilan menu Bantuan Subsidi Upah pada laman sso.bpjsketenagakerjaan.go.id. (Sumber: sso.bpjsketenagakerjaan.go.id)

"Kita nggak dikasih kartu ATM, cuma dikasih buku tabungan," tambahnya.

Baca Juga: Asyik, Kemenaker Usul Penerima BLT Gaji Diperluas

Lain lagi cerita Aris, seorang supir mobil operasional untuk karyawan PT Jasa Marga Tbk. Aris adalah karyawan di sebuah perusahaan alih daya yang juga menerima BLT gaji.

Setiap bulannya, Aris menerima gaji di rekening Bank Mandiri. Namun ia dan 50 orang rekannya tetap harus datang ke Bank Mandiri untuk mengambil bantuan sebesar Rp1 juta itu.

"Saya tahu jadi penerima bantuan itu dari perusahaan. Disuruh dateng ke Bank Mandiri KCP Bekasi Sentra Niaga tanggal 17 September kemarin," kata Aris saat dihubungi Kompas TV.

Di bank tersebut, Aris menempuh prosedur yang sama dengan Edy. Ratusan pegawai dari perusahaan lain juga ikut mengantri bersama Aris.

"Uangnya buat berobat istri saya, mbak. Kemarin abis ditabrak motor, tulangnya patah," ujar Aris.

Baca Juga: Kemnaker Sebut Ada 750.000 Pekerja Gagal Dapat BLT Gaji, Ternyata Ini Penyebabnya

Sementara Dian, seorang pembantu desa di Kantor Desa Bojong Raharja, Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, langsung menerima BLT gaji di rekening BRI miliknya. Di rekening itu juga, Dian menerima gaji setiap bulannya.

"Awalnya ada notifikasi di aplikasi BPJS Ketenagakerjaan saya, terus saya cek ke website kemnaker.go.id, bener saya jadi penerima subsidi upah," kata Dian kepada Kompas TV.

Aplikasi BPJS Ketenagakerjaan yang digunakan Dian adalah Jamsostek Mobile (JMO) yang dulu bernama BPJSTKU. Sekitar 3 hari kemudian setelah mendapat notifikasi, uang sebesar Rp1 juta pun masuk ke rekeningnya.

Penulis : Dina Karina Editor : Vyara-Lestari

Sumber :


TERBARU