> >

Realisasikan Indonesia Jadi Poros Maritim Dunia, Dipastikan Pelindo Bakal Dilebur

Ekonomi dan bisnis | 4 September 2021, 01:05 WIB
Aktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan yang merupakan Pelabuhan Petikemas terbesar di Sumatera. Pemerintah berencana melakukan integrasi (penggabungan) BUMN Pelabuhan yakni Pelindo I-IV menjadi suatu entitas tunggal untuk meningkatkan efisiensi logistik nasional serta menciptakan sistem operasional pelabuhan yang terstandar di seluruh wilayah di Indonesia. (Sumber: Kompas.tv/Ant)

JAKARTA, KOMPAS.TV – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III, dan IV akan resmi dilebur menjadi PT Pelabuhan Indonesia pada 1 Oktober 2021. Penggabungan (integrasi) empat perusahaan BUMN pengelola pelabuhan ini untuk mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi sebagai negara poros maritim dunia.

Penggabungan tersebut juga akan menciptakan sinergi BUMN Pelabuhan dengan standardisasi operasional, sehingga dapat meningkatkan efisiensi logistik nasional.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmojo mengatakan integrasi ini nantinya akan melahirkan empat subholding sesuai dengan klaster bisnis milik Pelindo selama ini.

“Nanti kita akan membangun empat subholding atau perusahaan baru yang menjadi semacam jelmaan dari Pelindo sekarang,” ujar Kartika dalam konferensi pers virtual, Rabu (1/9/2021).

Adapun empat subholding yang akan dibentuk antara lain subholding nonpeti kemas, peti kemas, logistic and hinterland development serta marine, equipment and port services.

“Dengan adanya perubahan ini kita harapkan akan signifikan untuk meningkatkan scale up dari kapasitas maupun memberikan efisiensi,” ujar Kartika.

Operasional pelabuhan yang belum optimal menjadi salah satu penyebab biaya logistik nasional yang lebih mahal dari negara lain. Biaya logistik yang mencapai 23 persen dari total PDB ini merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Baca Juga: Pelindo I Sampai IV Mau Merger, Asetnya Capai Rp112 Triliun

Dengan layanan pelabuhan yang terstandar di bawah satu komando, maka waktu yang dihabiskan kapal di pelabuhan relatif lebih singkat. Layanan pandu, mekanisme proses bongkar muat kontainer hingga meninggalkan terminal pelabuhan inilah yang akhirnya berdampak pada penurunan biaya logistik.

Tidak hanya mempersingkat waktu, prosedur dan proses pengurusannya juga semakin mudah dan sederhana karena berada dalam satu sistem terintegrasi. Mengingat biaya logistik masih menjadi salah satu pertimbangan perusahaan atau investasi masuk ke suatu negara.

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU