> >

Pertamina Temukan Cadangan Minyak dan Gas Bumi di Jakarta, Ini Lokasinya

Ekonomi dan bisnis | 18 Agustus 2021, 13:31 WIB
Pertamina melalui anak perusahaannya yakni PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) menemukan cadangan minyak dan gas bumi (Migas)  di Kepulauan Seribu, Jakarta. (Sumber: Dok. Pertamina)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pertamina melalui anak perusahaannya yakni PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) menemukan cadangan minyak dan gas bumi (Migas)  di Kepulauan Seribu, Jakarta.

Direktur Eksplorasi Subholding Upstream Pertamina, Medi Kurniawan mengungkapkan cadangan migas tersebut ditemukan setelah PHE OSES berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Fanny-2 yang terletak di Distrik Central Business Unit (CBU) Blok OSES.

Lebih tepatnya, sumur tersebut berada di area Komplek Eksplorasi Angel Cluster yang berjarak sekitar 2 Km sebelah barat dari Pulau Sabira Kepulaun Seribu, dan masuk dalam Wilayah Administratif Kabupaten Kepulauan Seribu.

“Penemuan minyak dan gas dari sumur Fanny-2 ini adalah bukti bahwa ide baru, semangat baru dalam mengerjakan lapangan tua (brown field) seperti halnya blok OSES, memberikan hasil yang positif “, kata Medi dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip Rabu (18/8/2021). 

“Selamat untuk PHE OSES, khususnya tim eksplorasi, tetap semangat untuk discovery sumur berikutnya,” sambungnya. 

Menurut penjelasan Medi, aktivitas pengeboran Sumur Fanny-2 dimulai pada tanggal 13 Maret 2021 dan diselesaikan (Rig Release) pada tanggal 24 Juni 2021.

Adapun tujuan dilakukan pemboran sumur Fanny-2 adalah untuk mengkonfirmasi besaran sumberdaya minyak dan gas bumi di Struktur Fanny.

Baca Juga: Jokowi Temui Pekerja Pertamina Blok Rokan: Produksi Jangan Turun!

Dari pengeboran tersebut, Medi menuturkan pihaknya menemukan minyak dan gas pada lapisan batupasir Formasi Talang Akar dengan hasil uji produksi pada lapisan Lower Zelda layer 44 (DST#2) mengalirkan Gas sebesar 4.95 mmscfd dan Kondensat sebesar 241 BCPD pada bukaan choke 28/64.

Tak hanya itu, Medi menyebut dari pengeboran sumur tersebut juga ditemukan minyak dari hasil proses sirkulasi ke permukaan pada Lapisan Middle Zelda di DST#3.

Sementara itu, VP Eksplorasi Regional Jawa Muharram Jaya Panguriseng berharap discovery Sumur Fanny-2 ini dapat diikuti oleh keberhasilan pengeboran sumur-sumur eksplorasi berikutnya.

"Masih terdapat 3 (tiga) prospek di area Angel Cluster yang akan diakselerasi proses bisnisnya yaitu Nani, Villani dan Tati untuk dieksekusi pemborannya pada tahun 2022-2023," ujar Muharram.

Dia menambahkan, penuntasan eksplorasi di Angel Cluster menjadi salah satu prioritas Regional Jawa agar undeveloped resources di area area tersebut dapat segera dimonetisasi dan memberikan kontribusi produksi minyak dan gas di PHE OSES dan Subholding Upstream Pertamina pada umumnya.  

Lebih lanjut Muharram menyebut operasi pengeboran ini dapat diselesaikan dalam waktu 109 hari dengan zero LTI. Tentunya, hal itu dapat diselesaikan dengan baik karena adanya dukungan dari segenap stakeholder di Zona 6, Regional Jawa, maupun di Subholding Upstream keseluruhan.

Baca Juga: SKK Migas Harapkan PT Pertamina Hulu Rokan Tetap Libatkan Partisipasi Pengusaha Lokal

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV/Laman Pertamina


TERBARU