> >

Kasus Covid 19 Makin Tinggi, Permintaan Oksigen Melonjak hingga 500 Persen

Ekonomi dan bisnis | 29 Juni 2021, 21:23 WIB
Area Manajer Kudus Raya PT Samator Gas Endi Mei Soni memberikan penjelasan kepada Ketua Komisi D DPRD Kudus Mukhasiron dan Ketua Komisi B DPRD Kudus Ali Mukhlisin saat memastikan ketersediaan pasokan oksigen medis, Selasa (29/6/2021). (Sumber: Kompas.tv/Ant)

KUDUS, KOMPAS.TV - Produsen oksigen PT Samator Gas Area Kudus Raya, Jawa Tengah, mencatat permintaan oksigen medis dari sejumlah rumah sakit yang tersebar di enam kabupaten di Keresidenan Pati mengalami lonjakan hingga 500 persen dibandingkan sebelumnya.

"Adanya lonjakan permintaan tersebut, sempat belum bisa mencukupi kebutuhan oksigen rumah sakit karena memang skala prioritas dan masalah krisis waktu serta pendistribusiannya," ujar Manager Area Kudus Raya PT Samator Gas, Endi Mei Soni, Selasa (29/6/2021), seperti dikutip dari Antaranews.com.

Ia menjelaskan bahwa melonjaknya permintaan oksigen hingga kurang lebih 500 persen, dapat dilihat dari kebutuhan salah satu rumah sakit yang sebelumnya butuh 150 tabung per bulan dengan kapasitas 6 meter kubik per tabung, kini naik mencapai 100 tabung per harinya.

Adapun, untuk kebutuhan di Kabupaten Kudus sendiri yaitu antara 7-8 ton per hari, sedangkan seluruh area wilayah kerja PT Samator Kudus Raya mencapai 20 ton.

Baca Juga: Kemenperin Prioritaskan Produksi Oksigen untuk Penanganan Pasien Covid-19

Enam kabupaten yang menjadi wilayah pemasarannya, meliputi Kabupaten Kudus, Grobogan, Demak, Jepara, Rembang, Blora, dan Pati.

Terkait permintaan DPRD Kudus untuk memprioritaskan kebutuhan rumah sakit di Kudus, pihaknya berupaya agar suplai gas untuk Kabupaten Kudus terpenuhi.

Terlebih saat ini sudah ada kebijakan kantor Kudus yang akan mendistribusikannya langsung, berbeda dengan sebelumnya, yaitu dari pabrik yang mendistribusikan ke masing-masing rumah sakit.

Di samping itu, meski terjadi lonjakan permintaan, harga masih tetap seperti sebelum terjadi lonjakan. Namun, masing-masing rumah sakit diharapkan dukungannya untuk melakukan pengambilan oksigen menggunakan armada sendiri.

"Kami hanya memiliki empat armada truk dengan kapasitas suplai setiap truknya 100 botol, jadi kapasitas total 400 botol. Sedangkan kebutuhan saat ini berkisar 600-800 botol per harinya, belum termasuk oksigen likuidnya," jelasnya.

Baca Juga: Kabar Baik, Samator Bakal Datangkan Truk Tangki Besar untuk Mempercepat Distribusi Oksigen ke DIY

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU