> >

Hary Tanoe Berniat Bangun Sirkuit MotoGP di Lido, Kawasan Pariwisata Ini Diam-Diam Penuh Kontroversi

Ekonomi dan bisnis | 3 Maret 2021, 06:00 WIB
MNC Lido City (Sumber: Mncland.com)

BOGOR, KOMPAS.TV - Hary Tanoesoedibjo mengatakan ingin mendirikan sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Lido, Jawa Barat. Namun kawasan pariwisata bernama MNC Lido City ini menyimpan sejumlah kontroversi.

"Ya, saya akan berencana pindah ke sana, saya ingin. Jika selesai saya akan pindah ke sana, kami berencana memiliki sirkuit Moto GP," kata Executive Chairman MNC Group Hary Tanoe, Selasa (2/3/2021).

Hary Tanoe berencana mendirikan sirkuit MotoGP demi memanfaatkan potensi besar pariwisata dari ajang ini. Ia melihat contoh dari sirkuit di Malaysia.

Baca Juga: Setahun Pandemi Corona: Apa Kabar 'Penemuan Kesehatan' yang Diklaim Ampuh Membasmi Covid-19?

"Anda tahu orang Indonesia suka balap motor lho, 50 ribu orang mengunjungi Sepang Malaysia, sekitar 50% dari Indonesia, saya percaya, mereka terbang ke sana, nonton, dan pulang," ujar Harry Tanoe.

Untuk ini, Hary akan mengajak para investor untuk mendanai pembangunan sirkuit MotoGP ini.

"Jadi kami berencana untuk memiliki sirkuit MotoGP. Jadi kami berbicara dengan investor agar mereka berinvestasi di sana," beber Hary.

Sebelumnya, ABC Australia mencatat, Hary Tanoe awalnya akan mendirikan sirkuit Formula 1 di lahan seluas 3.000 hektare di Lido. Selain itu, resort ini akan memiliki taman main bertema serta kereta gantung.

Proyek ini berjalan atas kerja sama Hary Tanoe dengan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Hubungan kami dengan MNC hanya terdiri dari perjanjian lisensi dan manajemen saja, kami bukan pengembangnya," tulis sebuah pernyataan resmi Organisasi Trump, dikutip dari Washington Post.

Trump menandatangani perjanjian pembangunan Menara Lido pada 2015 seminggu setelah bertemu dengan politisi Gerindra Fadli Zon dan terpidana koruptor Setya Novanto. Ada dugaan Zon dan Novanto bertemu untuk membicarakan pembangunan tol menuju Lido.

Peneliti di Human Rights Watch Andreas Harsono mengatakan, pertemuan Zon dan Novanto pada 2015 itu sebagai pelanggaran etis.

"Tidak pantas bagi setiap pelaku usaha untuk meminta Pemerintah membayar akses jalan tol ke properti mereka," kata Harsono, dikutip dari abc.net.au.

Baca Juga: Cerita Menparekraf Sandiaga Uno Sebagai Penyintas Covid-19

"Ini pernikahan antara politisi dan pebisnis," tambah Harsono.

Proyek Lido sendiri nampaknya akan menggusur lahan pemakaman warga Ciletuh Hilir, Bogor. Lahan ini menjadi sengketa karena sebagian besar warga menolak pemindahan pemakaman.

Pembangunan proyek ini juga mengancam beberapa spesies hewan yang terancam punah, seperti kukang jawa (Nycticebus javanicus), monyet daun jawa (Presbytis comata), macan tutul jawa (Panthera pardus melas), dan owa jawa (Hylobates moloch).

"Mustahil proyek mereka tidak akan menyebabkan kerusakan lingkungan dan perubahan perilaku hewan," kata aktivis lingkungan Elan Juanda, dikutip dari Associated Press.

Warga setempat juga mengkhawatirkan ancaman kekeringan karena pembangunan mega-resor Lido.

"Penduduk desa setempat punya kecemasan besar soal [berapa] persediaan air yang masih akan tersedia bagi mereka karena proyek tersebut diperkirakan membutuhkan [banyak] air untuk fasilitas mewah mereka," kata mantan Direktur Eksekutif Rimbawan Muda Indonesia (RMI) Mardha Tillah pada Mongabay tahun 2017.

Resor di kaki Gunung Gede-Pangrango ini digadang akan setara dengan Disneyland dan Universal Studio. Kawasan ini akan berisi taman main bertema, perkantoran, dan hunian yang terintegrasi.

Resor bernama MNC Lido City ini telah mendapat status KEK Pariwisata dari Dewan KEK.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sekaligus Ketua Dewan Nasional KEK mengatakan, KEK Lido diharapkan bisa mendorong industri pariwisata di Indonesia.

Baca Juga: Dinas Pariwisata Buleleng Korupsi Dana PEN, Pegawai Ramai-ramai Kembalikan Uang

"Hasilnya harus jelas, turis ke Jawa Barat juga harus yang berkualitas internasional. Ini harus menjadi premium juga, dan devisanya pun juga premium," kata Airlangga, Jumat (12/2/2021).

Dengan status itu, MNC Group sebagai pengembang resor di daerah Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat ini akan mendapat banyak kemudahan. 

Sesuai Permenkeu 237/PMK.010/2020, pembangunan MNC Lido City akan mendapat insentif pajak penghasilan, PPN dan PPnBM, cukai, bea masuk dan pajak penghasilan impor, serta berbagai kemudahan lain.

Penulis : Ahmad-Zuhad

Sumber : Kompas TV


TERBARU