> >

Tak Mampu Bertahan karena Pandemi, Ratusan Hotel di Jawa Barat Dijual

Ekonomi dan bisnis | 21 Februari 2021, 11:34 WIB
Ilustrasi kamar hotel. (Sumber: unsplash.com / Paul Postema)

BANDUNG, KOMPAS.TV - Ratusan hotel yang berada di area Jawa Barat dilaporkan tengah dijual oleh para pemiliknya melalui platform jual beli properti Lamudi.

Pandemi yang melanda dalam setahun terakhir membuat pengurus hotel tidak mampu mempertahankan dana operasionalnya.

Herman Muchtar, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Jawa Barat, membenarkan laporan tersebut.

Baca Juga: Dampak Pandemi, Hotel Bintang 5 Ini Jualan Nasi Bungkus Seharga Rp 7.000 Seporsi

Data yang dia dapatkan selama dua hari terakhir 63 hotel di Kota Bandung dan Bandung Barat telah tutup.

Sementara kurang lebih 150 hotel di Jawa Barat kini tengah dijual.

"Untuk di Kota Bandung dan Bandung Barat, data 2 hari ini ada 63 hotel dan untuk Jabar kurang lebih ada 150 hotel yang dijual, itu kondisinya," ujar Herman, seperti dikutip dari Tribunjabar.id, ditemui di Hotel Grand Preanger, Bandung, Jumat (19/02/2021).

Baca Juga: 50 Hotel dan Restoran di Yogyakarta Gulung Tikar Selama Pandemi

Para pemilik hotel yang tak bisa bertahan di masa pandemi menjadi alasan dijualnya ratusan hotel tersebut.

Herman mengakui pandemi yang telah melanda dalam satu tahun terakhir membuat pihak hotel sulit untuk mencapai target dana operasional agar tetap bisa bertahan.

"Covid ini berdampak pada ekonomi dan ekonomi berdampak pada daya tahan pengusaha. Ada yang cuma tahan 2 bulan, 4, bulan, 6 bulan, nah, sekarang 1 tahun sudah enggak bisa bertahan," ujarnya.

Dengan kondisi seperti ini, Herman mengatakan, cara pemilik hotel bertahan satu-satunya adalah dengan menjual hotelnya.

Baca Juga: Sedang Bulan Madu, Pasangan Korea Selatan Ungkap Sauna Terlihat Melalui Jendela Luar Hotel

"Karena daripada bertahan tapi cost operasional sudah enggak bisa tertutup, termasuk destinasi wisata," ucapnya.

Herman berharap vaksinasi yang mulai diberikan kepada masyarakat dapat memulihkan industri perhotelan.

Penulis : Danang-Suryo

Sumber : Kompas TV


TERBARU