6.018 Orang Tinggalkan Jakarta, Tujuan Paling Banyak Lampung, Jateng dan Jabar

Berita kompas tv | Selasa, 21 April 2020 | 23:18 WIB
Ilutrasi: kemacetan mengular sepanjang 18 kilometer saat mudik lebaran di ruas tol Pejagan - Brebes Timur, Jawa Tengah, Jumat (01/07/2016). (Sumber: KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMO)

JAKARTA, KOMPASTV – Imbauan pemerintah untuk masyarakat perantauan untuk mudik ke kampung halaman masing-masing tidak berjalan mulus.

Di Terminal Kalideres tercatat sebanyak 6.018 orang sudah pulang ke kampung halamannya. Tujuan paling banyak Lampung, kemudian Jawa Tengah, kemudian Jawa Barat.

Kepala Terminal Kalideres, Revi Zulkarnaen menjelaskan jumlah penumpang di Terminal Kalideres ini diperoleh dari awal April hingga Senin (20/4/2020) kemarin. Bila dihitung rata-rata penumpang per harinya yang pulang kampung mencapai 200-250 orang.

Baca Juga: Alasan Jokowi Larang Mudik untuk Seluruh Warga Indonesia

Menurut Revi, beberapa dari mereka sudah memiliki tiket, tapi ada juga yang tidak mendapat tiket karena bus sudah tidak beroperasi.

"Penumpang yang ke terminal mereka pulang ke kampung halamannya. Kecuali kalau bus jurusan tujuannya enggak ada atau enggak operasi dia pulang kembali ke rumahnya, enggak jadi pulang kampung," kata Revi saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2020).

Presiden Jokowi menetapkan larangan bagi seluruh masyarakat perantauan untuk mudik ke kampung halaman masing-masing.

Larangan mudik berlaku per Jumat (24/4/2020). Keputusan ini diambil dari banyaknya masyarakat perantauan yang bersikeras untuk mudik. Data Kementerian Perhubungan, sebanyak 24 persen masyarakat memutuskan tetap mudik.

Baca Juga: Satpam Positif Corona Nekat Mudik, Satu Kampung Karantina Mandiri

Hal ini dikhawatirkan akan menjadi medium penularan Covid-19 di desa-desa sebab para perantau dianggap merupakan orang yang tinggal di episentrum virus corona di Indonesia.

Jauh sebelumnya, Jokowi telah mewanti-wanti masyarkat perantau untuk tidak mudik. Pemerintah telah menyiapkan solusi bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 dan memilih untuk kembali ke kampong halaman, berupa bantuan sosial berisi kebutuhan pokok.

Langkah ini diambil agar masyarakat terdampak wabah Covid-19 terutama yang tinggal di zona merah pandemic tetap tinggal dan tidak pulang kampong agar penyebaran tidak meluas.




TERBARU