> >

Siaran TV Analog Stop Tayang 30 April, Berikut Daftar 166 Daerah Terdampak

Advertorial | 1 Mei 2022, 13:14 WIB
Ilustrasi siaran TV digital yang memiliki gambar jernih dan suara canggih (Sumber: Dok. Humas Menkominfo)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Setelah tanggal 30 April 2022, 166 kabupaten/kota di Indonesia tidak lagi bisa menonton tayangan televisi. Beberapa kota tersebut adalah Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Kota Pematang Siantar, Kota Padang, Kota Dumai, Kota Pekanbaru, Kota Bengkulu, Kota Jambi, dan sejumlah ibukota provinsi lainnya.

Masyarakat yang tidak beralih ke TV digital tidak hanya kehilangan tayangan televisi, tetapi juga tidak mendapatkan informasi kebencanaan melalui televisi. Siaran TV Digital akan mengintegrasikan sistem informasi, termasuk di dalamnya informasi kebencanaan melalui fitur early warning system (EWS).

Indonesia sendiri merupakan negara yang terletak di area ‘cincin api’, atau daerah rawan bencana. Oleh karena itu, diperlukan penyebarluasan informasi kebencanaan secara tepat, meluas, dan akurat. Sementara, TV analog lama tidak dilengkapi fitur peringatan dini kebencanaan.

Jika tidak beralih ke siaran TV Digital, maka masyarakat akan tertinggal informasi penting termasuk kebencanaan. Hal itu dijelaskan Direktur Pengembangan Pita Lebar Kemenkominfo, Marvels Situmorang dalam webinar bertema ‘Kebencanaan di Era TV Digital’, Rabu, (25/08/2021).

Baca Juga: Awas! Beli Set Top Box Tidak Bersertifikasi Berisiko Tidak Berfungsi

“Dalam siaran TV Digital, nanti dikembangkan juga diseminasi lewat lembaga penyiaran, lewat Internet Service Provider, atau kanal sosial media,” kata Marvels.

Dalam penyiaran TV Digital, pemerintah menegaskan bahwa EWS wajib tertanam di dalamnya. Baik itu di perangkat maupun sistem komunikasinya.

Saat ini, fitur EWS sedang dalam tahap persiapan. Jika siaran TV Digital berlaku secara nasional sesuai rencana, yaitu 2 November 2022, harapannya EWS akan langsung on.

Arahnya, EWS memberikan informasi dini pada pesawat televisi di setiap rumah. Informasi dini bisa meminimalkan korban jiwa.

“Sesuai namanya, masyarakat bisa siaga atau bersiap, menghindar atau menyelamatkan diri sehingga korban jiwa dapat diminimalkan,” demikian uraian Marvels dalam acara tersebut. 

Penulis : Adv-Team

Sumber : Kompas TV


TERBARU