> >

8 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba, Vaksinasi Tahap 3 Segera Dimulai

Advertorial | 27 Mei 2021, 16:58 WIB
8 juta dosis vaksin Sinovac berhasil didatangkan dalam bentuk bulk (bahan baku) di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa pagi (25/5/2021). (Sumber: Dok. Kominfo)

Airlangga mengatakan, pemerintah akan segera memulai vaksinasi tahap ketiga untuk masyarakat rentan dengan beberapa kriteria yang diperhatikan.

Kriteria tersebut di antaranya aspek geospasial dengan angka kejadian Covid-19 tinggi (zona merah) serta aspek sosial ekonomi.

Baca Juga: Delapan Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia, Dukung Percepatan Vaksinasi

Di samping itu, Airlangga juga menyampaikan sambutan dan dukungan pemerintah terhadap program vaksinasi Gotong Royong yang digagas pengusaha melalui Kamar Dagang Indonesia (Kadin).

Untuk diketahui, program vaksinasi Gotong Royong diberikan secara gratis kepada karyawan dengan pendanaan berasal dari perusahaan.

Proses vaksinasi Gotong Royong telah berjalan sejak 18 Mei 2021 menggunakan vaksin Sinopharm untuk 21.616 karyawan dari 27 Perusahaan serta 18 fasilitas kesehatan yang berlokasi di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Kepulauan Riau, dan Maluku.

Dukungan semua pihak

Dalam mengendalikan pandemi Covid-19, Airlangga menekankan pemerintah telah berupaya keras untuk mendukung suksesnya program vaksinasi di Indonesia.

Namun untuk mencapai hal itu, perlu ada dukungan dari semua komponen masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk dalam penerapan protokol kesehatan secara disiplin.

"Vaksinasi Covid-19 dan kedisiplinan masyarakat harus dilaksanakan secara bersama," tegas Airlangga.

Baca Juga: Bulan Juli, 3 Juta Dosis Vaksin CanSino Datang untuk Vaksinasi Gotong Royong

Sambungnya, kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) akan terus ditingkatkan pemerintah.

Penerapan 3T (testing, tracing, dan treatment) juga selalu dilakukan secara intensif sebagai bagian dari upaya menangani pandemi Covid-19.

Dirinya mengingatkan, kewaspadaan semua pihak tidak boleh mengendur, terutama setelah momen liburan Idul Fitri.

“Jangan sampai terjadi pandemi gelombang ke-2 dan bahkan ke-3 yang dialami negara lain terutama India,” lanjutnya.

Penulis : Elva-Rini

Sumber : Kompas TV


TERBARU