Kompas TV regional update corona

Wagub DKI Bicara Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

Kompas.tv - 15 Juni 2022, 10:38 WIB
wagub-dki-bicara-subvarian-omicron-ba-4-dan-ba-5
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron. (Sumber: Shutterstock)
Penulis : Hasya Nindita | Editor : Purwanto

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut subvarian baru Omicron yakni BA.4 dan BA.5 menjadi salah satu penyebab terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta.

"Iya, itu salah satu sumbernya adalah subvarian Omicron BA.4 dan BA.5," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, dikutip Rabu (15/6/22). 

Menurut Riza subvarian tersebut tidak membahayakan seperti varian Delta. Namun, dia tetap meminta masyarakat untuk tetap hati-hati dan waspada. 

"Laksanakan protokol kesehatan sekalipun sudah ada pelonggaran di tempat terbuka boleh buka masker, tetap hati-hati," kata Riza. 

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak dalam 4 Pekan Terakhir, Positivity Rate Hampir 5 Persen

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini sudah ada 8 kasus Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia. Dari delapan kasus tersebut, empat diantaranya terdeteksi di Jakarta. 

Riza memastikan kondisi keempat pasien tersebut stabil dan tidak ada kematian yang diakibatkan oleh subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

"Jadi sampai hari ini nol tidak ada kematian (karena subvarian)," kata Riza. 

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Dwi Oktavia memaparkan, selama empat pekan terakhir secara berturut-turut, jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta meningkat.

"Dari 616 kasus menjadi 782 kasus, kemudian 1.165 kasus dan terakhir sebanyak 1.940 kasus," kata Dwi dalam siaran pers resmi, Selasa (14/6/22).

Baca Juga: Ada 8 Kasus Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia, 4 Transmisi Lokal Jakarta

Tidak hanya itu, positivity rate juga naik dan hampir mencapai lima persen selama satu minggu terakhir. 

"Angka persentase positif dari hasil pemeriksaan PCR juga meningkat dari 1,3 persen menjadi 4,6 persen pada satu minggu terakhir," kata Dwi.

Tren kenaikan kasus, kata Dwi, terjadi pada seluruh kelompok usia termasuk kelompok anak. 

"Baik yang berusia kurang dari 6 tahun (belum divaksinasi) maupun usia 6-18 tahun," kata dia.



Sumber : Kompas TV

BERITA LAINNYA



Close Ads x