Kompas TV regional berita daerah

Suka Duka Perjalanan RSA UGM Bertepatan dengan Setahun Pandemi Covid-19 di Indonesia

Kompas.tv - 2 Maret 2021, 16:58 WIB
suka-duka-perjalanan-rsa-ugm-bertepatan-dengan-setahun-pandemi-covid-19-di-indonesia
Ilustrasi pembangunan RSA UGM, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (Sumber: Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR via Kompas.com)
Penulis : Switzy Sabandar

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM merayakan ulang tahun ke-9 bertepatan dengan peringatan setahun pandemi Covid-19 di Indonesia. RSA UGM berdiri pada 2 Maret 2012 dan tepat setahun yang lalu Presiden Jokowi mengumumkan dua pasien pertama Covid-19 di Indonesia.

Dalam ulang tahun kali ini, RSA UGM mengusung tema Bangkit dan Berjaya Bersinergi Lawan Pandemi. Perjalanan RSA UGM di tengah pandemi Covid-19 memang tidak mudah.

“Tahun lalu, 2 Maret 2020, RSA UGM masih merayakan ulang tahun ke-8 secara langsung, sore harinya diumumkan dua pasien pertama Covid-19 di Indonesia,” ujar Arief Budiyanto, Direktur Utama RSA UGM, dalam sambutan peringatan HUT ke-9 RSA UGM secara daring, Selasa (2/3/2021).

Baca Juga: Membandingkan Jakarta dengan Wuhan Setelah Setahun Pandemi Covid-19 Merebak

Ia mengatakan tanggal yang sama menjadi ulang tahun Covid-19 di Indonesia yang bersamaan pula dengan ulang tahun RSA UGM. Setelah kasus pertama diumumkan, RSA UGM membentuk Tim Covid-19 pada 5 Maret 2020.

“Sebelum Covid-19 masuk ke Yogyakarta, kamis udah menyosialisasikan tentang Covid-19,” ucapnya.

Pada 17 maret 2020, RSA UGM membuka tower Gatotkaca untuk layanan Covid-19 dan tiga hari kemudian rumah sakit mulai merawat pasien Covid-19.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga membantu memfasilitasi layanan Covid-19 di RSA UGM. Dua gedung mangkrak di RSA UGM disulap menjadi Gedung Arjuna dan Yudhistira yang menjadi zona khusus Covid-19 sejak 19 Juni 2020.

Baca Juga: Jelang Setahun Pandemi, Kasus Corona Terus Bertambah

RSA UGM juga membuka layanan screening Covid-19 berupa tes antibodi, tes swab PCR, tes rapid antigen, dan yang terakhir GeNose.

“Selama 2020 juga ternyata ada penurunan kunjungan pasien biasa ke RSA UGM sebesar 16 persen ketimbang tahun sebelumnya,” ucapnya.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan UGM, Djagal Wiseso, mengatakan sebagai pemilik RSA UGM, pimpinan UGM menilai laporan kinerja RSA UGM pada 2020.

“Masih A minus, bisa diperbaiki menjadi A atau A plus,” tuturnya.

Ia meminta RSA UGM menjaga kesehatan organisasi, mendorong lahirnya inovasi dan ilmuwan di bidang kedokteran tropis serta menjangkau jaringan mitra strategis internasional.

Baca Juga: Hampir Setahun Pandemi Covid-19, Jokowi: Kita Sama-sama Merindukan Suasana Normal

Meskipun demikian, ia tidak menampik kendala di tengah pandemi Covid-19 harus dilewati dengan keja keras, terlebih sudah setahun pandemi Covid-19 di Indonesia.



Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA



Close Ads x