Kompas TV pendidikan edukasi

1 Maret 2024 Memperingati Hari Apa? Serangan Umum 1 Maret 1949 hingga Hari Kehakiman Nasional

Kompas.tv - 29 Februari 2024, 20:22 WIB
1-maret-2024-memperingati-hari-apa-serangan-umum-1-maret-1949-hingga-hari-kehakiman-nasional
Serangan Umum 1 Maret 1494  (Sumber: kuloprogokab.go.id)
Penulis : Dian Nita | Editor : Desy Afrianti

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pada tanggal 1 Maret, ada sejumlah peristiwa penting yang diperingati secara nasional oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya.

Hari nasional dibuat untuk mengingat berbagai hal penting dan peristiwa yang terjadi pada hari tersebut. 

Dengan memperingati hari nasional, diharapkan masyarakat Indonesia bisa memetik pelajaran dan menumbuhkan semangat untuk memajukan bangsa.

Tanggal 1 Maret 2024 memperingati hari apa?

Pada 1 Maret 2024 yang bertepatan dengan hari Jumat, ada tiga hari besar nasional yaitu Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949, Hari Penegakan Kedaulatan Negara dan Hari Kehakiman Nasional.

Meskipun ada 3 hari nasional, namun pada 1 Maret 2024 tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Baca Juga: Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Maret 2024, Ada Berapa Tanggal Merah?

1. Sejarah Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949

Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah sebuah peristiwa perlawanan bangsa Indonesia terhadap Agresi Militer Belanda II di Yogyakarta.

Melansir kuloprogokab.go.id, Agresi Militer Belanda II pada tanggal 19 Desember 1948 diawali dengan serangan di Yogyakarta sebagai upaya menghancurkan Pemerintah Republik Indonesia.

Agresi Belanda yang kedua memiliki tujuan untuk menyebarkan kepada negara-negara di dunia bahwa Republik Indonesia dan tentaranya sudah tidak ada.

Sebagai akibat serangan tersebut, Belanda menangkap Presiden Sukarno yang kemudian diasingkan ke Parapat, Sumatera dan Wakil Presiden Mohammad Hatta diasingkan ke Bangka, serta menangkap tokoh lainnya seperti Sutan Sjahrir, Agus Salim, Mohammad Roem dan AG Pringgodigdo.

Sebelum diasingkan, Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta sempat memimpin rapat kabinet dan memberi mandat kepada Menteri Kemakmuran Syafruddin Prawiranegara yang ada di Sumatera untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Baca Juga: Polri Gelar Razia Operasi Keselamatan Maret 2024, Ini Jadwal dan 12 Pelanggaran yang Disasar

Mandat untuk Syafrudin bertujuan untuk memastikan kekuasaan RI masih ada melalui PDRI di Bukittinggi, Sumatra Barat meski Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.

Sementara itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX mengirimkan surat kepada Jenderal Soedirman untuk meminta izin mengadakan sebuah serangan terhadap pasukan Belanda.

Jenderal Sudirman menyetujuinya dan meminta Sri Sultan Hamengku Buwono IX untuk berkoordinasi dengan Letkol Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Komandan Brigade 10/Wehrkreise III.

Serangan Umum 1 Maret 1949 dimulai tepat pukul 06.00 WIB ketika sirine dibunyikan sebagai tanda serangan dimulai.



Sumber : kulonprogokab.go.id, Kompas.com, pta-pekanbaru.go.id

BERITA LAINNYA



Close Ads x