Kompas TV olahraga sepak bola

Ketum PSSI: Piala Dunia U17 Jadi Contoh Pentingnya Kita Serius Pembinaaan Usia Dini

Kompas.tv - 3 Desember 2023, 17:09 WIB
ketum-pssi-piala-dunia-u17-jadi-contoh-pentingnya-kita-serius-pembinaaan-usia-dini
Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama Gianni Infantino saat menyaksikan laga Piala Dunia U17 FIFA Indonesia 2023. (Sumber: PSSI)
Penulis : Kiki Luqman | Editor : Desy Afrianti

JAKARTA, KOMPAS.TV - Jerman menjadi jawara Piala Dunia U17 FIFA Indonesia 2023, usai menekuk Prancis lewat drama adu penalti 4-3 (2-2) di Stadion Manahan, Surakarta, Sabtu (2/11/2023).

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengaku terhibur menyaksikan duel sengit antarkedua tim.

"Pertandingan yang benar-benar mendebarkan. Final yang klimaks. Prancis menunjukkan mentalitas tidak mengenal menyerah. Walau tertinggal mereka bisa mengejar skor untuk memaksakan pertandingan disudahi dengan adu penalti," kata Erick.

Pujian diberikan pria yang juga menjabat sebagai Ketua LOC Piala Dunia U-17 tesebut kepada Jerman. "Jerman pantas menjadi juara. Semenjak penyisihan grafik performa mereka terus menanjak. Mereka menyingkirkan tim kuat Spanyol dan Argentina sebelum akhirnya bersua Prancis di laga puncak," ujarnya seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Minggu (3/12/2023).

Erick berharap tontonan seru duel final memberi pembelajaran bagi sepak bola Indonesia. 

"Piala Dunia U17 menjadi contoh pentingnya kita serius akan pembinaaan usia dini. Untuk membentuk timnas senior yang solid perlu ditopang pembinaan yang berkesinambungan. PSSI mendapat pelajaran banyak dari Piala Dunia U-17, tak hanya sebagai pengelola event tapi juga pemikiran masa depan berkaitan dengan pembinaan,” katanya.

Diketahui dalam duel itu, Tim Ayam Jantan Muda sukses melakukan comeback di waktu normal untuk memaksakan adu tos-tosan. Sempat tertinggal 0-2, mereka sukses memaksakan skor imbang di waktu normal.

Baca Juga: Pelatih Prancis Ungkap Penyebab Timnya Gagal Juara Piala Dunia U17 2023, Akui Ada Andilnya

Jerman membuka keran gol pada menit ke-29 lewat penalti. Penyebabnya, Aymen Sadi melakukan pelanggaran di kotak penalti. 



Sumber : Kompas TV, PSSI

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

BERITA LAINNYA



Close Ads x
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.