Kompas TV nasional politik

ICW Nilai Sikap Megawati ke Penyidik KPK Berlebihan: Mestinya Sebagai Tokoh Paham Penegakan Hukum

Kompas.tv - 11 Juli 2024, 09:10 WIB
icw-nilai-sikap-megawati-ke-penyidik-kpk-berlebihan-mestinya-sebagai-tokoh-paham-penegakan-hukum
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat berpidato di Sekolah Partai, Jumat (5/7/2024). (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Deni Muliya

JAKARTA, KOMPAS.TV- Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai permintaan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri untuk bertemu dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rossa Purbo Bekti berlebihan.

Menurut ICW, semestinya Megawati paham penanganan perkara yang dilakukan penyidik Rossa Purbo Bekti dilakukan untuk menegakan hukum.

Demikian Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas TV, Kamis (11/7/2024).

“ICW beranggapan permintaan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk bertemu Penyidik KPK, Rossa Purbo Bekti, terlalu berlebihan dan tak berdasar,” ucap Kurnia.

Baca Juga: Pegi Setiawan: Kesaksian Aep Benar-Benar Tidak Bermoral, Palsu Banget

“Mestinya, sebagai tokoh publik, Megawati bisa memahami bahwa penanganan perkara Harun Masiku murni mengenai penegakan hukum, bukan atas dasar sentimen politik tertentu.”

Kurnia lebih lanjut menuturkan, ICW hingga saat ini terus mendorong KPK untuk berani membongkar kasus Harun Masiku yang melakukan suap kepada Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Wahyu Setiawan.

 “Upaya membongkar kejahatan ini tentu tak cukup sekadar menangkap Harun, melainkan juga mengusut siapa aktor pendana di balik uang ratusan juta rupiah dalam mengupayakan pergantian antar waktu tersebut,” ujar Kurnia.

“Kami yakin sepenuhnya bahwa Harun tak bekerja sendiri, namun ada aktor di balik layar yang mensponsorinya. Tak cukup itu, KPK juga harus mengusut oknum yang mengetahui keberadaan Harun namun mendiamkannya serta juga mendanai pelarian Harun selama ini.”

Baca Juga: Jadi Korban Salah Tangkap, Pegi Setiawan Beri Pesan untuk Polda Jabar: Semoga Lebih Hati-Hati Lagi

Sebelumnya, Megawati sempat merespons perihal penyidik KPK Rossa Purbo Bekti yang memeriksa Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto untuk kasus Harun Masiku.

“Gile, orang KPK yang bikin itu saya. Gile deh. Panggil dia saja, pangkatnya apa? Apa ini, baru letkol saja, belum jenderal,” ucap Megawati dalam pidatonya di hadapan kader-kader PDIP pada acara pengucapan sumpah janji jabatan pengurus DPP PDI Perjuangan masa bakti 2019-2024, Jumat (5/7/2024).

“Saya panglima tertinggi (saat KPK terbentuk), yang misahin polisi (dari ABRI) itu saya. Keren loh saya ini,” tambahnya.



Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA



Close Ads x