Kompas TV nasional politik

Gibran Tanggapi Hasto soal Pertemuan Megawati dengan Jokowi: Silaturahmi kok Dilarang

Kompas.tv - 18 April 2024, 07:49 WIB
gibran-tanggapi-hasto-soal-pertemuan-megawati-dengan-jokowi-silaturahmi-kok-dilarang
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka saat memberikan keterangan di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin (12/2/2024). (Sumber: Aris Wasita/Antara)
Penulis : Fadel Prayoga | Editor : Vyara Lestari

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka menyayangkan pernyataan Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, yang menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebaiknya bertemu anak ranting terlebih dahulu sebelum dengan ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri. 

Menurut Gibran, silaturahmi tak bisa dilarang.

Gibran mengaku heran jika keinginan silaturahmi justru dilarang. Ia berharap pertemuan tetap terlaksana.

Baca Juga: Jokowi Cari Waktu untuk Bertemu Megawati, Hasto: Ketemu Anak Ranting Dulu

"Silaturahmi kok dilarang? Silaturahmi untuk tujuan yang baik, seharusnya diperbolehkan," kata Gibran di Solo, Rabu (17/4/2024). 

Menurut dia, masyarakat dan kader PDIP pasti akan menyambut positif pertemuan keduanya tersebut. 

"Ya pasti warga, kader PDIP, pasti sangat senang sekali kalau Bu Megawati memberikan izin untuk bertemu," ujarnya. 

Sebelumnya, Hasto merespons soal rencana Presiden Jokowi yang ingin bertemu dengan ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri.

Menurut Hasto, para kader PDIP yang berasal dari tataran ranting meminta pertemuan Megawati dan Jokowi ditunda dulu.  

"Ya sebenarnya Lebaran kan memang merupakan momentum untuk melakukan silaturahim dan halalbihalal. Tapi dalam konteks terkait dengan Pak Jokowi, hanya anak ranting justru mengatakan 'sebentar dulu, biar bertemu dengan anak ranting dulu'," kata Hasto, Jumat (12/4/2024).

Baca Juga: Usai Bertemu Presiden Jokowi di Istana, CEO Apple Bahas Peluang Investasi di IKN!

Menurut dia, usulan dari para kader tersebut merupakan sesuatu yang lumrah, karena mereka sudah menganggap sosok Megawati yang diteladani. 


 

 




Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA



Close Ads x