Kompas TV nasional rumah pemilu

TPN Ganjar-Mahfud Desak Komnas HAM Usut Kasus Penganiayaan Relawan oleh Anggota TNI

Kompas.tv - 1 Januari 2024, 13:34 WIB
tpn-ganjar-mahfud-desak-komnas-ham-usut-kasus-penganiayaan-relawan-oleh-anggota-tni
Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menjenguk relawannya yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh personel TNI di Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (31/12/2023). (Sumber: Tribunnews.com)
Penulis : Fadel Prayoga | Editor : Edy A. Putra

JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Chico Hakim, mendesak Komnas HAM ikut mengusut kasus penganiayaan terhadap relawan Ganjar-Mahfud yang dilakukan anggota TNI di Boyolali, Jawa Tengah. 

Menurut dia, penganiayaan seperti itu tak boleh terulang.

"Terkait penganiayaan oleh aparat TNI, kami juga mendesak Komnas HAM untuk mengambil sikap dan bertindak sesuai kapasitasnya untuk turut mengusut kejadian hingga tuntas," kata Chico kepada wartawan, Senin (1/1/20234).

Baca Juga: Relawan Ganjar Diduga Dikeroyok TNI, Mahfud MD: Harus Ditindak, Jangan Disembunyikan

Dia mengatakan penganiayaan yang dilakukan sejumlah anggota TNI itu harus diekspos secara luas sehingga masyarakat bisa melihat dan menyadari konsekuensi jika salah memilih di Pemilu 2024.

"Kejadian-kejadian seperti ini, dan kebiadaban ini harus diekspos secara luas sehingga rakyat dapat melihat dan menyadari potensi konsekuensinya bila salah memilih di Pemilu 2024," ujarnya.

Chico mengutuk keras kebiadaban yang dilakukan terhadap relawan Ganjar-Mahfud itu. Menurutnya, tim hukum TPN Ganjar-Mahfud akan membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Tim advokasi hukum kami akan membawa ini ke ranah hukum, dan mendorong aparat dan semua institusi hukum yang terkait untuk memproses, mengadili dan menghukum seberat-beratnya para pelaku," katanya.

Sebelumnya diberitakan, tujuh relawan Ganjar-Mahfud menjadi korban dugaan penganiayaan sejumlah prajurit Yonif 408/Raider.

Peristiwa itu terjadi di depan Markas Kompi Yonif 408/Raider, Jalan Perintis Kemerdekaan, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (30/12/2023).



Sumber : Kompas TV

BERITA LAINNYA



Close Ads x