Kompas TV nasional rumah pemilu

Bawaslu: Politisasi SARA dan Politik Uang Harus Dijadikan Musuh Bersama

Kompas.tv - 8 Desember 2023, 07:25 WIB
bawaslu-politisasi-sara-dan-politik-uang-harus-dijadikan-musuh-bersama
Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja saat memberikan keterangan pers usai menghadiri rapat koordinasi “Pencegahan dan Pengawasan Luar Negeri dalam Pemilu 2024” di Jakarta, Selasa (24/10/2023). (Sumber: ANTARA/Cahya Sari)
Penulis : Fadel Prayoga | Editor : Edy A. Putra

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Rahmat Bagja mengimbau kepada masyarakat agar menjadikan politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dan politik uang sebagai musuh bersama di Pemilu 2024.

Bagja mengajak seluruh pihak agar menjauhi politisasi SARA dan uang di pesta demokrasi nanti. 

"Kita harus sepakat menjadikan politisasi SARA dan politik uang sebagai musuh bersama," kata Bagja di Jakarta, Kamis (8/12/2023), seperti dikutip dari laman bawaslu.go.id. 

Baca Juga: Soal Gibran Bagi-Bagi Susu di CFD, Bawaslu Tunggu Kajian Pemprov DKI

Dia menyebut perbedaan pilihan politik merupakan keniscayaan, tapi seharusnya tidak memicu permusuhan. 

Bagja juga berharap segala bentuk pemberian uang yang terkait dengan pemilu, tidak dianggap sebagai keberkahan.

"Jadi kalau perbedaan sikap politik, tidak usahlah dibawa sampai 'akhirat'. Apalagi politik uang dianggap 'berkah'," ujarnya.

Dia menegaskan Bawaslu dalam melakukan pengawasan pemilu tak pandang bulu. 

Menurutnya, sekelas menteri atau pejabat publik apa pun yang berlatar belakang politisi, menjadi objek pengawasan Bawaslu, apabila yang bersangkutan melakukan atau mendukung kampanye salah satu peserta pemilu.

"Jadi apabila pejabat publik atau menteri sekalipun yang berlatar belakang politisi mencalonkan atau mendukung salah satu paslon dalam pemilu, menjadi objek pengawasan Bawaslu," kata Bagja dalam suatu acara yang digelar salah satunya oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Menkominfo Budi Arie Setiadi mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi digital terkait kepemiluan. Tujuannya, agar masyarakat tidak begitu saja percaya berita hoaks.

Baca Juga: Diduga Melanggar, Puluhan ASN Dilaporkan Ke Bawaslu

"Saya mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dan tidak percaya begitu saja apalagi ikut andil menyebarkan berita hoaks pemilu," katanya.


 



Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA



Close Ads x
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.