Kompas TV nasional rumah pemilu

Petinggi Nasdem Sebut Mahfud Tidak Tahu Diri, Masalahnya karena Singgung Kekompakan Koalisi

Kompas.tv - 3 Juni 2023, 07:10 WIB
petinggi-nasdem-sebut-mahfud-tidak-tahu-diri-masalahnya-karena-singgung-kekompakan-koalisi
Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya di sela-sela Rakernas Partai Nasdem di Jakarta, Jumat (17/6/2022). (Sumber: Tangkapan layar tayangan KOMPAS TV)
Penulis : Johannes Mangihot | Editor : Hariyanto Kurniawan

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD yang memberi saran agar Koalisi Perubahan untuk Persatuan kompak mendukung Anies Baswedan mendapat kritik. 

Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya menilai saran Mahfud agar partai pendukung Anies kompak dan berhati-hati agar tidak dijegal di internal sendiri, tidak sesuai dengan kapasitas Mahfud sebagai pihak yang duduk di pemerintahan.

Menurut Willy saran seolah Mahfud menjadi seorang pengamat politik. Padahal posisi Mahfud saat ini adalah Menkopolhukam. Di sisi lain proses pencapresan adalah tugas partai politik.

"Jadi dalam hal ini kita harus saling tahu posisi, tahu diri di mana kemudian harus bersikap sebagai penyelenggara pemerintahan. Kalau kami pelaku, kalau Pak Mahfud orang yang mengerjakan kewenangan pemerintahan. Biarkanlah pengamat yang memberikan statement- statement seperti itu," ujar Willy di DPP Partai Nasdem, Jumat (2/6/2023).

"Fokus saja pada pekerjaan Pak Mahfud jalankan pemerintahan. Kewenangan, tugas pencapresan adalah tugas parpol," sambung Willy.

Baca Juga: Mahfud Pastikan Cawe-Cawe Presiden Jokowi di Pilpres 2024 Bukan buat Jegal Anies

Sebelumnya Menkopolhukam Mahfud MD memastikan cawe-cawe Presiden Jokowi di Pilpres 2024 bukan untuk menjegal Anies Baswedan, bakal capres dari Koalisi Perubahan. 

Mahfud menilai anggapan cawe-cawe Jokowi di Pilpres untuk menjegal Anies adalah bagian dari kontestasi politik.

Menurutnya hal itu sengaja diembuskan agar mendapat dukungan yang lebih banyak sehingga pemilih di pihak lain sedikit. 

"Itu hanya kontestasi politik jadi membuat isu supaya pendukung yang lainnya muncul atau mungkin biar yang memilih sedikit kenapa dijegal karena ada peran pemerintah. Tidak, pemerintah tidak menjegal," ujar Mahfud usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (1/6/2023).

Baca Juga: Cawapres Anies Baswedan Mengerucut ke Satu Nama, tapi Ada Kemungkinan Digodok Kembali

Lebih lanjut Mahfud menjelaskan dirinya pernah bertukar pandangan dengan mantan Wamenkumham Denny Indrayana terkait Anies Baswedan. 

Mahfud menyebut dirinya memberi pandangan agar Anies bisa terus mendapat dukungan dan menjaga Koalisi Perubahan untuk Persatuan kompak.

"Saya katakan usahakan di berbagai forum agar koalisi pendukung Anies ini kompak, agar Anies mendapat tiket tidak dijegal oleh internalnya sendiri. Kalau pemerintah enggak (menjegal)," ujar Mahfud. 


 



Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA



Close Ads x